Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 27 Apr 2016 18:03 WIB ·

Dicurhati Program NU Jepara, Rais Aam PBNU Mendoakan


 Dicurhati Program NU Jepara, Rais Aam PBNU Mendoakan Perbesar

BERCERITA: Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin (kedua dari kiri) bercerita di hadapan Rais SYuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Nur Umar (kedua dari kanan), Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (kiri) dan Sekretaris PCNU Ulul Abshor (kanan) di gedung NU Jepara, Rabu (27/4).

BERCERITA: Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin (kedua dari kiri) bercerita di hadapan Rais SYuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Nur Umar (kedua dari kanan), Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (kiri) dan Sekretaris PCNU Ulul Abshor (kanan) di gedung NU Jepara, Rabu (27/4).


JEPARA – Tak lebih dari setengah jam, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengunjungi gedung NU Jepara di Jl Pemuda No 51. Ia disambut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) beserta beberapa pimpinan badan otonom dan lembaga. Kiai Ma’ruf tiba di gedung NU setelah sebelumnya menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.
Kiai Ma’ruf langsung diantarkan menuju lantai 2 yang dalam dua bulan lalu menjadi tempat rangkaian kegiatan marathon Harlah ke-93 NU. Kiai Ma’ruf beristirahat sejenak di ruang Ketua  Tanfidziyah PCNU KH Hayatun Abdullah Hadziq (Gus Yatun) bersama Rais Syuriah KH Ubaidillah Nur Umar, Sekretaris PCNU Ulul Abshor dan beberapa pengurus lain.
Di ruangan itu, mereka langsung mengobrol dalam suasana santai. Gus Yatun berkisah tentang gairah NU Jepara selama pelaksanaan harlah NU, sekaligus program-program inovatif yang sudah berlangsung dan akan dilakukan. Di antara yang sudah berjalan adalah berkirim doa untuk arwah melalui pesan singkat berbayar.
Sebagaimana diberitaka www.nujepara.or.id sebelumnya, masyarakat, utamanya nahdliyin bisa mengirim doa ke ahli kubur sewaktu waktu. Tidak perlu mengundang imam tahlil atau qari Alqur’an 30 juz. Digitalisasi Arwahan Masal JQH Jepara. Tinggal kirim SMS sesuai format, maka nama ahli kubur akan disebutkan dalam acara “Selapanan Khatmil Quran Jamiyah Alquran wal Huffadz (JQH) NU Jepara,” di Gedung NU, Jl Pemuda No 51 Jepara. Ada 20 hafidz Al-Quran JQH dari tiap kecamatan di Jepara, yang, setiap selapan (35 hari) sekali melaksanakan baca Al-Qur’an bil ghaib (hafalan).
Caranya, ketik SMS ke 97080 dengan Format: NUJPR (spasi) Nama Arwah. Contoh: NUJPR H. RIFAI bin DAHLAN JAKARTA. Satu SMS untuk satu nama almarhum. Ingat, per SMS dikenakan biaya Rp. 5.500,. Sementara ini hanya berlaku untuk kartu SimPATI, As, dan Halo (Telkomsel).
Jika Format SMS Anda benar, maka aka ada jawaban dari server begini: “[Rp0] Anda akan mengikuti program kirim doa. Tarif SMS Rp. 5.500/SMS. Balas ‘OK’ untuk melanjutkan. CS:02127510229.
Setelah balas ‘OK’, Anda akan mendapatkan notivikasi seperti ini: “[Rp5500] Terimakasih Sudah Mengikuti Program kirim doa ini. Semoga Amal ibadah kita diterima Allah SWT. CS:02127510229.
Jika pulsa Anda tidak cukup, maka jawaban server adalah: “Mohon maaf, pulsa Anda tidak mencukupi untuk layanan kirim doa. Info promo: Tersedia Ratusan Lowongan Kerja Hari Ini, Hub *500*34# skrg!
Ini bagian dari layanan NU Jepara untuk memasyarakatkan tradisi birrul walidain. Terutama mereka yang kurang mampu untuk mengadakan hajatan selamatan tahunan ahli waris yang telah meninggal. Selain program itu juga tentang kartu anggota NU (Kartanu).
Setelah mendapatkan berbagai cerita kondisi NU Jepara, Kiai Ma’ruf Amin langsung memotivasi, dan sebentar kemudian mendoakan. Seluruh pengurus yang ada lantas mengamini di ruangan tersebut. Tak lama berselang Kiai Ma’ruf berpamitan karena ia harus terbang dari Bandara A Yani Semarang pukul 16.00 menuju Jakarta. (Ms)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar