Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 8 Apr 2016 09:22 WIB ·

Dosen Muda NU Jepara Presentasikan Pendekatan Kontekstual Alquran di Forum Nasional


 Dosen Muda NU Jepara Presentasikan Pendekatan Kontekstual Alquran di Forum Nasional Perbesar

wahab_press-Sebagai salah satu upaya pengembangan diri terhadap ilmu pengetahuan yang ditekuni, Abdul Wahab S Sos I MSI, dosen Unisnu Jepara yang juga saat ini aktif sebagai pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) NU Jepara tidak ingin melewatkan kesempatan melakukan presentasi dalam Workshop “Contextualist Approach to the Qur’an”. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Magister Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, The University of Melbourne Australia dan Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia (AIAT) di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (5/4) lalu.

Pada kesempatan emas tersebut, dosen muda yang akrab dipanggil Gus Dul itu mempresentasikan karya bertajuk “Nuansa Hermeneutis Pemikiran Tafsir Imam al-Syafi’i”. Menurut dosen yang juga sedang menempuh studi program doktor itu, pemikiran Imam al Syafi’i menarik untuk dieksplorasi, tetutama yang terkait dengan rumusan-rumusan kaidah penafsiran khususnya yang terdokumentasi dalam kitab “al-Risalah”.

Abdul Wahab, lebih Lanjut menungkapkan, keberadaan qaul qadim dan qaul jadid memberikan gambaran betapa al-Syafi’i memiliki kesadaran sejarah yang mendalam, serta membuktikan adanya nuansa hermeneutis tertentu, baik berupa tradisi, pengalaman hidup maupun dinamika masyarakat. Rumusan al-Syafi’i mengenai amm-khassh serta formulasi penafsirannya dengan uslub Arab membuktikan hermeneutika gramatikal yang matang.

“Yang juga menarik dari pemikiran tafsir al-Syafi’i adalah kemampuannya memposisikan al-Qur’an sebagai kalam Tuhan yang sakral disatu sisi dan kemerdekaan manusia (tertentu) untuk berijtihad, membuktikan kecerdasan al-Syafi’i yang tidak hanya berpikir hermeneutis, tetapi juga etis”, tandasnya.

Dengan mengatasnamakan diri sebagai dosen Unisnu Jepara, Abdul Wahab mengaku sangat bersyukur karena dapat “ngaji” kepada para pakar yang sangat otoritatif dalam Qur’anic Studies, bahkan satu forum dengan mereka. Dia berharap pengalaman yang diperoleh mendapat berkah dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, tamu kehormatan sekaligus keynote speech, seorang penulis “Reading the Qur’an in the Twenty-First Century: A Contextuallist Approach” yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Islam Kontemporer di Melbourne University, yaitu Prof. Dr. Abdullah Saeed. Hadir pula pakar hermeneutika Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin. [Az]

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar