Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Kabar · 8 Apr 2016 09:22 WIB ·

Dosen Muda NU Jepara Presentasikan Pendekatan Kontekstual Alquran di Forum Nasional


 Dosen Muda NU Jepara Presentasikan Pendekatan Kontekstual Alquran di Forum Nasional Perbesar

wahab_press-Sebagai salah satu upaya pengembangan diri terhadap ilmu pengetahuan yang ditekuni, Abdul Wahab S Sos I MSI, dosen Unisnu Jepara yang juga saat ini aktif sebagai pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) NU Jepara tidak ingin melewatkan kesempatan melakukan presentasi dalam Workshop “Contextualist Approach to the Qur’an”. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Magister Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, The University of Melbourne Australia dan Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia (AIAT) di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (5/4) lalu.

Pada kesempatan emas tersebut, dosen muda yang akrab dipanggil Gus Dul itu mempresentasikan karya bertajuk “Nuansa Hermeneutis Pemikiran Tafsir Imam al-Syafi’i”. Menurut dosen yang juga sedang menempuh studi program doktor itu, pemikiran Imam al Syafi’i menarik untuk dieksplorasi, tetutama yang terkait dengan rumusan-rumusan kaidah penafsiran khususnya yang terdokumentasi dalam kitab “al-Risalah”.

Abdul Wahab, lebih Lanjut menungkapkan, keberadaan qaul qadim dan qaul jadid memberikan gambaran betapa al-Syafi’i memiliki kesadaran sejarah yang mendalam, serta membuktikan adanya nuansa hermeneutis tertentu, baik berupa tradisi, pengalaman hidup maupun dinamika masyarakat. Rumusan al-Syafi’i mengenai amm-khassh serta formulasi penafsirannya dengan uslub Arab membuktikan hermeneutika gramatikal yang matang.

“Yang juga menarik dari pemikiran tafsir al-Syafi’i adalah kemampuannya memposisikan al-Qur’an sebagai kalam Tuhan yang sakral disatu sisi dan kemerdekaan manusia (tertentu) untuk berijtihad, membuktikan kecerdasan al-Syafi’i yang tidak hanya berpikir hermeneutis, tetapi juga etis”, tandasnya.

Dengan mengatasnamakan diri sebagai dosen Unisnu Jepara, Abdul Wahab mengaku sangat bersyukur karena dapat “ngaji” kepada para pakar yang sangat otoritatif dalam Qur’anic Studies, bahkan satu forum dengan mereka. Dia berharap pengalaman yang diperoleh mendapat berkah dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, tamu kehormatan sekaligus keynote speech, seorang penulis “Reading the Qur’an in the Twenty-First Century: A Contextuallist Approach” yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Islam Kontemporer di Melbourne University, yaitu Prof. Dr. Abdullah Saeed. Hadir pula pakar hermeneutika Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin. [Az]

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Trending di Bahtsul Masail