Menu

Mode Gelap
Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan “Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

Headline · 21 Jun 2024 20:02 WIB ·

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara


 Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara Perbesar


nujepara.or.id- Puluhan tokoh dan aktivis yang tergabung dalam Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi) menggelar curah gagasan dan diskusi terarah untuk mengkritisi proses rekrutmen kepemimpinan pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Jepara 27 Nopember 2024 yang akan datang.

Curah gagasan yang bertajuk “Jepara di Simpang Jalan” dilaksanakan di kediaman H. Adib Khoiruzzaman, komplek Pondok Pesantren Walisongo Pecangaan Kulon, Pecangaan Jepara pada Kamis 20 Juni 2024.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya terhadap figur yang akan berkontestasi dalam pilkada yang akan”, kata Habib Ismail Alkaf, penggagas kegiatan diskusi tersebut.

“Sampai saat ini kita hanya melihat banyak baliho dan spanduk yang bertebaran di tepi jalan bahkan sampai pelosok desa, tanpa kita tahu latar belakang dan rekam jejak mereka. Tema Jepara di Simpang Jalan itu berarti jangan sampai kita salah pilih pemimpin”, lanjut Habib Ismail yang juga pengurus Rabithah Alawiyah Kabupaten Jepara.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Kabupaten Jepara K. Muhammad Rosif Arwani, “Kita harus jeli dan cermat dalam membaca profil bakal calon bupati. Siapakah dia? Siapa saja yang ada di belakangnya? Apa gagasannya untuk membangun Jepara?”

“Dari sekian banyak person yang telah menyatakan diri maju dalam kontestasi, masih sangat sedikit informasi yang disampaikan kepada kita sebagai masyarakat Jepara”, kata pengasuh Pondok Pesantren An Nur Mangunan Tahunan Jepara.

Sementara itu, pembina Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jepara Dr. Djoko Tjahjo Poernomo memaparkan prasyarat dan nilai-nilai kepemimpinan Jawa asthabrata. “Sebagai orang Jawa kita perlu mengamalkan nilai kepemipinan asthabrata. Delapan unsur kepemimpinan ideal ini melambangkan sifat, watak, karakter dan perilaku pemimpin. Apakah calon bupati mendatang memenuhi unsur asthabrata”, kata Djoko.

“Kita juga harus tahu bibit, bobot dan bebet calon pemimpin kita. Semua harus kita kaji secara ilmiah dan rasional. Jangan sampai calon bupati nantinya memiliki cacat hukum atau berpotensi melakukan tindakan melawan hukum”, tegas Djoko.
Kegiatan diskusi ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Syarif Al Hamid dan dijadwalkan akan dilaksanakan secara berkala. (zank)

Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

“Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

16 April 2026 - 14:50 WIB

ILUSTRASI Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

16 April 2026 - 14:42 WIB

ILUSTRASI Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu
Trending di Kabar