Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 22 Jun 2018 18:13 WIB ·

Jelang Pilgub, PCNU: Warga NU Harus Tenang


 Jelang Pilgub, PCNU: Warga NU Harus Tenang Perbesar

Jepara – Menjelang dilaksanakannya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018 yang akan digelar Rabu, 27 Juni 2018 warga NU kabupaten Jepara diharapkan tenang-tenang saja.
Pernyataan itu diuraikan Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq dalam acara Open House PCNU yang dipusatkan di gedung NU lantai 1, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Jumat (22/6/2018) kemarin.
Hal itu dinyatakannya karena ia sering ditanya oleh pengurus ranting dan MWC terkait pilihan Pilgub.
“Warga NU boleh memilih nomer 1 atau pun nomer 2. Tetapi NU selaku jamiyyah menjaga gawang,” tandasnya.
Kiai yang akrab disapa Mbah Yatun ini mengingatkan agar tatanan organisasi yang sudah berjalan 2.5 tahun tidak dirusak hanya gara-gara beda pandangan politik saat Pilgub.
“Sehingga NU di Jepara ini jadi jamiiyatu adlin, jamiyyatu islahin dan jamiyyatu ihsanin,” harapnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan orang ini terdiri dari unsur PCNU, Banom, Lembaga dan perwakilan MWCNU se-Jepara. Hadir juga Wakil Rais Syuriyah KH Nur Rohman Fauzan, KH Nuruddin Amin (DPC PKB) dan Latifun (DPC Demokrat).
Kesempatan itu pihaknya juga menyampaikan, nahdliyyin boleh ada di mana-mana pilihan politiknya.
“Saat maghrib (shalat, red.) tiba NU harus selalu diingat,” lanjutnya.
Momen idulfitri, waktu untuk saling memaafkan sudah rampung. Setelah itu amanah organisasi terus dilanjutkan.
NU Jepara lanjutnya masih punya banyak PR. Di antaranya ialah masalah angka perceraian.
“Peran NU, Banom dan Lembaga hingga tingkat ranting harus turut andil mengurangi salah satu masalah sosial ini,” pungkas Mbah Yatun. (sm)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar