Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Kabar · 16 Nov 2017 09:10 WIB ·

KH Sahal Mahfudz dan KH Sya’roni Ahmadi, Ulama Nusantara Luar Biasa


 KH Sahal Mahfudz dan KH Sya’roni Ahmadi, Ulama Nusantara Luar Biasa Perbesar

Jepara – Peran pesantren di era kini harus mulai aktif membedah pemikiran dan karya kitab milik kiai nusantara. Pasalnya, pemikiran dan karya-karya ulama nusantara begitu hebat dan tidak kalah dengan ulama negara lain.
Demikian salah satu pesan yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Noor Achmad dalam Halaqah Kebangsaan yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, di pesantren Raudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu (11/11/2017).
Di hadapan pimpinan pesantren di wilayah Jepara, Kudus dan Demak anggota DPR dari Golkar itu menyatakan pesantren harus terus aktif menggali khazanah pemikiran kiai.
“Jangan hanya terbatas pada kajian kitab kuning ulama salaf dari Timur Tengah,” kata mantan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang  ini.
Banyak ulama yang keilmuwannya luar biasa. Noor Achmad menyebut salah satunya adalah KH. Sahal Mahfudz (Pati) dan KH M. Sya’roni Achmadi (Kudus). “Karya-karya kyai tersebut luar biasa dalam khazanah keislaman,” ungkap pria asal Kudus ini.
Ia menjelaskan kitab karya mbah Sahal, Thariqat al-Hushul ‘ala Ghayatil Wushul yang merupakan penjelas atas kitab Ghayatul Wushul, merupakan karya luar biasa yang diakui ulama-ulama luar negeri.
Begitu pula karya dan pemikiran KH M. Sya’roni  juga luar biasa. “Yai Sya’roni karyanya cukup banyak. Diantaranya yang terkenal adalah faraidussaniyyah, dan pemikiran ngaji tafsirnya. Ini perlu kita bedah dan kita kaji,” jelasnya.
Hal itu ia ungkapkan dalam rangka untuk penguatan pesantren dalam aspek kajian keilmuan. Penguatan pesantren dari sisi penguatan SDM juga disorot untuk selalu ditingkatkan. Di antaranya adalah mengenai soal pendidikan dan pengkaderan kiai  terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang terus mengalamai percepatan dan kemajuan.
Dalam Halaqah Kebangsaan tersebut, hadir pula sebagai narasumber, dari Direktur Pontren dan Madin pada Kementerian Agama RI, Ahmad Jayadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H. Farhani.
Acara tersebut digelar dalam rangka memeriahkan kegiatan Nasional, Musabaqah Qiratul Kutub (MQK) tingkat Nasional yang akan digelar akhir November di pesantren tersebut. (kharis)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia
Trending di Kabar