Menu

Mode Gelap
Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

Kabar · 12 Jul 2018 02:34 WIB ·

Melacak Relasi Islam Nusantara dan China


 Melacak Relasi Islam Nusantara dan China Perbesar

JEPARA-Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar diskusi Islam Nusantara, Selasa (10/7/2018). Bertempat di Ruang Seminar Gedung Pasca Sarjana, kegiatan ngobrol Islam Nusantara tersebut mengambil tema “Melacak Relasi Islam Nusantara dan Islam China”. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Wakil Rais Syuriyyah PCINU Tiongkok yang juga merupakan pengajar di Unwahas Ali Romdhoni, MA dan juga Muhammad Nashrul Haqqi, S.Th.I., M.Hum, Dosen Unisnu Jepara.
Seperti diketahui, jejak Islam di Nusantara sendiri erat kaitannya dengan budaya china. dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia, ada kontribusi China Muslim yang melawat ke negeri ini. Begitupun di Jepara. Beberapa ornamen di Masjid Astana Sultan Hadirin Mantingan juga banyak dijumpai ornamen – ornamen khas China.
Ali Romdhoni dalam pemaparannya mengatakan bahwa ada banyak sekali masjid-masjid di indonesia yang mempunyai ciri china, mulai dari bentuk bangunannya, hingga ornamen-ornamen yang ada di dalam dan di luar masjid. “Beberapa masjid di indonesia, diantaranya di daerah tuban dan pati juga terdapat lingga dan yoni, sebuah simbol yang erat dengan china. begitupun dengan motif ukiran yang menyerupai naga,” Ujar Ali Romdhoni yang telah menulis 50 essay selama menempuh studi di negeri China.
Berbicara tentang relasi Islam nusantara dan Islam China tidak bisa lepas dari laksamana ceng ho. Sebagai seorang China Islam, Ceng Ho mempunyai andil besar dalam menyebarkan agama Islam di nusantara. bahkan, jejak-jejak Cheng Ho masih banyak ditemui sampai sekarang. Namanya juga diabadikan menjadi nama sebuah masjid di Tuban.
“Diskusi yang menarik. Semoga diskusi ini bisa menjadi semacam pemantik bagi Unisnu, dan mahasiswa Unisnu untuk kedepannya lebih giat dalam melakukan studi tentang jejak sejarah Islam di nusantara, khususnya di Jepara”. Ujar Faizin, staf UPT Pusat Kajian Aswaja Unisnu Jepara.
Acara Jagong Islam Nusantara ini adalah rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Lahir ke 27 Unisnu Jepara. Pada perayaan harlah tahun ini, panitia mengangkat tema “Unisnu Jepara Sebagai Pesantren Peradaban Islam Nusantara”. Tema ini diangkat untuk menunjukkan eksistensi Unisnu Jepara sebagai perguruan tinggi milik warga nahdliyyin yang niscaya menjadi garda terdepan dalam membumikan Islam Nusantara. [roni]

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan

Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

19 Maret 2026 - 08:46 WIB

Rau Launching Mobil Layanan Ummat

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan

Lampah Samarpan, Teknik Final Menyambut Malam Anugerah 1000 Bulan

18 Maret 2026 - 11:36 WIB

Lampah Samarpan

UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

16 Maret 2026 - 19:11 WIB

Trending di Kabar