Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Hujjah Aswaja · 10 Okt 2022 18:11 WIB ·

Ngaji Budaya PC Lesbumi NU: “Muhammadkan Hamba ya Rabbi”


 Ngaji Budaya PC Lesbumi NU: “Muhammadkan Hamba ya Rabbi” Perbesar

nujepara.or.id- Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (PC Lesbumi NU) Kabupaten Jepara kembali menggelar acara kebudayaan pada Sabtu (8/10/2022). Kegiatan yang dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diselenggarakan di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Dalam kesempatan itu, Ketua PC Lesbumi Jepara, Ngateman mengatakan “Program kerja Lesbumi secara garis besar ada dua: yaitu pertama suluk Mantingan yg diadakan sebulan sekali di tengah bulan Qomariyah di Masjid Agung Mantingan. Yang kedua yaitu selapanan Ahad leginan yg diadakan secara berkeliling ke setiap MWC NU yg ada di Jepara”, ungkapnya.

“Kegiatan Ahad leginan ini dikemas dengan ngaji Budaya dengan diiringi musik Sekar Lesbumi dan pertunjukan seni masyarakat sekitar yg ditempati. Tujuannya adalah untuk mengapresiasi dan melestarikan kesenian daerah dan bangga menjaga seni daerah”, lanjut Ngateman.

Kegiatan selapanan yg pertama ini di MWC NU Kedung ini berada di desa Dongos RT 3 RW 4 di halaman rumah Kasudi Ketua RT setempat. Ngaji Budaya bersama Sekar Lesbumi dibuka dengan pembacaan puisi Muhammadkan hamba ya Rabbi karya dari Emha Ainun Najib yang dibaca secara parade oleh Aminan Basyari, Ratu Handayani, Den Hasan dan Bajuri.

Sebelumnya, kegiatan PC Lesbumi Jepara ini dimulai siang hari dengan dongeng anak oleh Amin Sururi pengurus Lesbumi DIvisi seni dan dilanjutkan kegiatan mewarnai bersama, kegiatan ditutup dengan membumikan permainan dolanan anak yang mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Permainan tradisional dolanan anak disampaikan oleh Den Hasan Founder Rumah belajar ilalang.

Sebelum acara puncak Ngaji Budaya, diawali dengan pembacaan Diba untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW yg dibawakan oleh tim rebana An-Nur pemuda Dongos. Dilanjutkan dengan pengumuman apresiasi pewarna gambar terbaik. Untuk memotivasi anak-anak untuk berkarya lebih baik. (UA)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar