Menu

Mode Gelap
TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hujjah Aswaja · 21 Mar 2024 04:41 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (10)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (10) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadham
(3)

Fama Li’ainika in Qultakfufa Hamata # Wamaa Liqolbika in Qultasrafiq Yahimi

Maka ketika muhib menghindar dari jatuh cinta dan pilu hatinya; maka Nadhim menegur; Hai orang yang Munkiril Muhib; sebabnya apa kok sampai matamu itu bercucuran air mata yang terus menerus sehingga jika kamu berkata kepada matamu; Hai mataku jangan lah cucuran air mata ini tidak ada orang yg tahu.

Kalau aku ini jatuh cinta kepada seseorang. Maka manakala masih bercucuran air matamu dan tidak sama sekali menggubris nasehatmu dan masih tetap bercucuran air matamu dan cucuran air matamu itu bukan karena di sengaja, maka itu semua menunjukan bahwa jatuh cintahmu tidak mengada ngada.


Dan lagi apa sebabnya hatimu menjadi jatuh cinta dan mabuk cinta? Sehingga manakala kamu berbisik kpd hatimu; Hai Hatiku Jangan lah pilu hati dan jatuh cinta seperti ini, lebih baik tenang dan sadar jangan seperti orang gila. Akan tetapi masih juga jatuh cinta dan mabuk cinta, demikian itu apakah mengada ngada jatuh cintamu. Karena setiap orang yang bercucuran air mata, jatuh cinta dan mabuk cinta itu tentu ada orang yang dikasihi dan ada orang yang disayangi, yang demikian itu lah yang dsbt “mahabbah” yakni cinta kasih yang dalam.


Maka lafadl “fama” dan “ma” itu adalah ma istifham yang bermakna “akfufa” yaitu tahan lah air matamu sedangkan “hamata” bermakna air matanya masih bercucuran. Makna “istafiq” adalah sadar lah hatimu jangan gila. Makna “yahimi” adalah masih gila dan mabuk.


Maka kemudian syech Imam al Bushiriy mengalihkan dari kata Mukhotab ke Ghoib. Artinya memberi tahu orang yang ada hadir beralih memberi tahu kepada yang tidak ada ghoib.

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh. Amin Amin Amin

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

19 April 2026 - 18:37 WIB

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf
Trending di Hujjah Aswaja