Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Hujjah Aswaja · 17 Mar 2024 05:19 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (6)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (6) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam.. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim.. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi.. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech Imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy.. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Muqoddimah
(6)

Menyamakan diri kita sendiri dan menyerupakan diri kita sendiri kepada orang yang sudah bercucuran air mata yg kecampuran darah sehingga air matanya keluar merah, kemudian seakan akan Nadhim (syech al Imam al Bushiriy) betanya kepada orang tadi bahwa yang sedemikian itu sesungguhnya hakekatnya yang bertanya ya diri kita sendiri dan yang ditanyai ya diri kita sendiri yang demikian itu merupakan ‘adatusy syu’aro.


I’lam; ketahuilah wahai kaum mu’minin bahwa sesungguhnya cinta dan kasih sayang hatinya kepada selain Gusti Allah SWT haram menurut para Ulama Muhaqqiqin, maka wajib dan cinta hanya kepada Gusti Allah SWT.

Maka syech Imam al Bushiriy berkata dalam bait bait itu karena kasih sayang dan cintanya serta memuji kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW, dan karena cinta kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW itu adalah bentuk dari ‘Ainul Mahabbah Lillahi Ta’ala, jangan di kira bahwa syech Imam al Bushiriy cinta selain kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW itu tidak. Maka dari itu di nadhom qosidah ini mempunyai khowas (kekhususan) yg ‘ajib sebagaimana nanti akan saya (mbah Sholeh Darat) terangkan dg jelas.

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh.. Amin Amin Amin

#Regolngabul

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

19 April 2026 - 18:37 WIB

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri
Trending di Hujjah Aswaja