Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Interaktif Ramadan · 23 Mar 2023 04:19 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan, Memaknai Bismillahirrohmanirrohim 


 Ngaji Tematik Ramadhan, Memaknai Bismillahirrohmanirrohim  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Sungguh Indah saat kita memahami dan mendalami selarik ayat al Qur’an; Bismillahirrohmanirrohim. 

“Atas Nama Gusti Allah SWT Yang Maha Memberikan Kasih Sayang kepada seluruh hamba-Nya tanpa memilih dan memilah ras, agama, suku, bangsa dan negara (Arrohman), dan kepada  khusus hamba-Nya yang muslim saja (Arrohim). 

Ketika makna “Ba” pada Bismillah, kita maknakan “Atas nama” maka maknanya menjadi “kualitatif” yaitu apapun yg kita kerjakan manakala kita awali dengan Bismillahirrohmanirrohim  adalah bentuk “mewakili” Gusti Allah SWT dalam segala niat dan tindakan di dunia ini. Sungguh makna imanensi yang luar biasa.

Contohnya seperti ini. Seorang gubernur saat meresmikan sebuah proyek bendungan; gubernur membaca awal teks dengan kalimat “atas nama presiden”. Jadi apa yang dilakukan gubernur pada hakekatnya adalah  “perilaku presiden”.

Dari sana, nampak bahwa “peneguhan ke-kholifah-an” manusia sebagai “wakil Gusti Allah SWT” sudah “otomatis ada dan eksis pada diri manusia secara personal” tanpa perlu “dideklarasikan” atau “dilembagakan”. 

Hal ini juga, memberikan “pencerahan” bagi kita sebagai manusia untuk “memanusiakan”  siapapun tanpa diskriminasi ras, suku, agama, bangsa dan negara sebagai wujud dan implementasi dari al Qur’an: Bismillahirrohmanirrohim. 

Sebab apa yang kita niatkan, lakukan dan perbuat adalah “Atas Nama Gusti Allah SWT Yang Maha Memberikan Kasih Sayang kepada seluruh hamba-Nya dan khusus kepada hamba-Nya yang muslim saja.” 

Pada simpulan akhir, titah Gusti Allah SWT kepada manusia sebagai kholifah adalah menyebarkan kasih sayang kepada siapapun makhluq ciptaan Gusti Allah SWT tanpa diskriminasi karena saat kita mempunyai rasa iri dengki dan hasud bahkan benci kepada siapapun berarti  mengingkari “titah kekholifahan” yang disematkan Gusti Allah SWT kepada kita.

Semoga kita termasuk menjadi hamba-Nya yang disemati kholifah fil ard… Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar