Menu ✖

Mode Gelap
Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

Interaktif Ramadan · 23 Mar 2023 04:19 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan, Memaknai Bismillahirrohmanirrohim 


 Ngaji Tematik Ramadhan, Memaknai Bismillahirrohmanirrohim  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Sungguh Indah saat kita memahami dan mendalami selarik ayat al Qur’an; Bismillahirrohmanirrohim. 

“Atas Nama Gusti Allah SWT Yang Maha Memberikan Kasih Sayang kepada seluruh hamba-Nya tanpa memilih dan memilah ras, agama, suku, bangsa dan negara (Arrohman), dan kepada  khusus hamba-Nya yang muslim saja (Arrohim). 

Ketika makna “Ba” pada Bismillah, kita maknakan “Atas nama” maka maknanya menjadi “kualitatif” yaitu apapun yg kita kerjakan manakala kita awali dengan Bismillahirrohmanirrohim  adalah bentuk “mewakili” Gusti Allah SWT dalam segala niat dan tindakan di dunia ini. Sungguh makna imanensi yang luar biasa.

Contohnya seperti ini. Seorang gubernur saat meresmikan sebuah proyek bendungan; gubernur membaca awal teks dengan kalimat “atas nama presiden”. Jadi apa yang dilakukan gubernur pada hakekatnya adalah  “perilaku presiden”.

Dari sana, nampak bahwa “peneguhan ke-kholifah-an” manusia sebagai “wakil Gusti Allah SWT” sudah “otomatis ada dan eksis pada diri manusia secara personal” tanpa perlu “dideklarasikan” atau “dilembagakan”. 

Hal ini juga, memberikan “pencerahan” bagi kita sebagai manusia untuk “memanusiakan”  siapapun tanpa diskriminasi ras, suku, agama, bangsa dan negara sebagai wujud dan implementasi dari al Qur’an: Bismillahirrohmanirrohim. 

Sebab apa yang kita niatkan, lakukan dan perbuat adalah “Atas Nama Gusti Allah SWT Yang Maha Memberikan Kasih Sayang kepada seluruh hamba-Nya dan khusus kepada hamba-Nya yang muslim saja.” 

Pada simpulan akhir, titah Gusti Allah SWT kepada manusia sebagai kholifah adalah menyebarkan kasih sayang kepada siapapun makhluq ciptaan Gusti Allah SWT tanpa diskriminasi karena saat kita mempunyai rasa iri dengki dan hasud bahkan benci kepada siapapun berarti  mengingkari “titah kekholifahan” yang disematkan Gusti Allah SWT kepada kita.

Semoga kita termasuk menjadi hamba-Nya yang disemati kholifah fil ard… Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Trending di Kabar