Menu

Mode Gelap
Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta Pintu di Ujung Perjalanan Cermin Dua Arah MARDI PANCALAKU: Roadtrip Spiritual Menuju Ridha-Nya

Kabar · 17 Mei 2016 17:52 WIB ·

NU Jepara Tanamkan Pendidikan Anti Radikalisme Sejak Dini


 NU Jepara Tanamkan Pendidikan Anti Radikalisme Sejak Dini Perbesar

sarasehan pendidikan anti radikalisme
MLONGGO – Sebanyak 750 siswa kelas VII dan VIII MTs Mathalibul Huda, Mlonggo mengikuti sarasehan bertema “Pendidikan Anti Radikalisme Pada Generasi Emas” yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Jepara bekerjasama dengan Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuba) di Gedung MWC NU Mlonggo, Senin (16/05/2016) pagi. Pembicara yang diundang adalah Tupomo, Pengurus Persatuan Guru NU (Pergunu) Jepara.
Menurut Kepala Sekolah MTs Mathalibul Huda, Zainudin, sebagaimana dikutip oleh ketua LP Ma’arif NU Jepara, Kiai Drs. Fathul Huda, MM kepada www.nujepara.or.id, anak-anak harus diselamatkan dari paham-paham yang membuat mereka menjadi tidak rukun dengan tetangga.
“Karena Jepara merupakan sasaran radikalisme, maka pemberantasan paham radikal harus dilakukan sedini mungkin. Kegiatan ini akan dilaksanakan di setiap kecamatan bersama Ikdamuba karena punya misi yang sama,” tutur Kiai Huda.
Cara yang dilakukan adalah dengan membagikan buku berjudul “Menangkal Hal Radikal” karangan KH Taufiqul Hakim, Bangsri Jepara. Semacam buku panduan untuk kalangan pelajar yang ditulis dengan empat bahasa, Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris. Ukuran bukunya handily, yakni 15,5 x 10,5 cm dengan tebal halaman 179 + viii. Metode yang digunakan adalah teks dan nadham syiir (puisi Arab)
Menurut Nyai Munashiroh al-Hamilah, Ketua Ikdamuda, isi buku itu penting untuk diulang-ulang dan dihapal agar pemahaman anti radikalisme tertanam dalam alam bawah sadar anak-anak sehingga menjadi nalar pencegah sejak dini. Bila isi buku dibaca dua bait sehari (sebelum berangkat dan setelah pulang sekolah), maka, akan rampung dalam seminggu. “Baru 20 ribu kitab yang dibagikan gratis,” ujarnya.
Adalah Nazron, siswa kelas 5 MI Darul Falah Amtsilati asal Jawa Barat yang ketika itu dijadikan simulasi praktik buku Kiai Taufiq Amtsilati tersebut. Ustadz Najib Habibi dari Kudus, guru yang tampil menanyakan kepasa Nazron tentang apa itu radikalisme.
Dengan enteng Nazron menjawab: radikalisme adalah suatu paham sosial atau politik yang dalam usaha mencapai tujuannya menggunakan cara-cara kekerasan (hlm. 3). Jawaban kedua diucapkan teman sekelasanya, Ifan dari Madura, tapi menggunakan bahasa Inggris.
Ifan menjawab: radicalism is not from the teaching of Islam. Radicalism is a social or politics understanding which has the purpose of achieving the goal by doing violence. Jawaban kedua siswa tersebut dilengkapi oleh Fatihul Khoir (kelas 6 Madin asal Semarang) dengan menyebut ayat-ayat anti radikal yang ditulis dalam buku, yakni al-Baqarah: 143. Jika Anda ingin mengadakan sarasehan serupa, bisa hubungi PCNU Jepara. (abd)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Pintu di Ujung Perjalanan

7 Maret 2026 - 10:16 WIB

ILUSTRASI Pintu di Ujung Perjalanan

Cermin Dua Arah

7 Maret 2026 - 09:43 WIB

ILUSTRASI Cermin Dua Arah

MARDI PANCALAKU: Roadtrip Spiritual Menuju Ridha-Nya

4 Maret 2026 - 14:14 WIB

Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba

11 Februari 2026 - 20:43 WIB

Trending di Kabar