Menu

Mode Gelap
Solusi Praktis Bayar Zakat Fitrah via Online, Begini Penjelasannya Zakat Fitrah di Era Digital: Bolehkah Membayar Secara Online? Momen GP Ansor Ranting Demangan Santuni Anak Yatim, Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran UPZ Unisnu Jepara Sukses Kelola Dana Zakat dan Infaq Rp 1,2 Miliar, Dimaksimalkan untuk Beasiswa, Modal Usaha Hingga Bantu Warga Kurang Mampu PCNU Jepara Terus Genjot Pembangunan RSU Aseh, Ini Pesan Ketua Umum Yaseha

Kabar · 14 Agu 2024 12:40 WIB ·

Paradigma Reformasi  vs Transformasi : Menerka Strategi Politik 50 Anggota DPRD Baru Jepara


 Paradigma Reformasi  vs Transformasi : Menerka Strategi Politik 50 Anggota DPRD Baru Jepara Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id – Berbeda dengan era Orde Baru dimana Pemerintah adalah identik dengan Eksekutif, sedangkan di era Reformasi; Pemerintah adalah identik dengan eksekutif plus legislatif, yang pemahaman sederhananya adalah Era Orde Baru adalah Era Kekuasaan oleh satu tangan yang kemudian beralih menjadi Era Reformasi yaitu Era Kekuasaan oleh banyak tangan (partai partai politik). Konsekwensinya, “Cascading” Koalisi Partai Politik dan Eksekutif menjadi niscaya yang tidak hanya berkutat pada paradigma reformasi tapi juga membutuhkan paradigma transformasi sebagai upaya membangun daerah menjadi lebih baik dan maju.

Inti dari Paradigma Transformasi Politik adalah perubahan dan kecepatan waktu dalam meletakkan dasar dasar sekaligus eksekusi pembangunan daerah secara cepat dan tepat sehingga membutuhkan strategi lompatan lompatan yang melebihi durasi waktu 5 (lima) tahun jabatan yang di emban baik jabatan legislatif yang sekarang sudah di lantik maupun pimpinan eksekutif atau bupati yang nanti akan terpilih. Dalam rangka melakukan strategi Paradigma Transformasi tersebut, pertanyaan yang mendasar adalah apakah yang dibutuhkan “Koalisi Kuat” atau “Koalisi Besar”?

Koalisi Kuat atau Koalisi Besar?

Dalam perpolitikan sekarang ini sudah tidak ada perbedaan ideologis antara kaum Nasionalis dan dan Islam-Kebangsaan, mereka sudah sama sama Pancasilais. Tapi yang membedakannya sekarang adalah developmentalisme-nya dan atau strategi pembangunannya. Jadi, pergulatan ideologis bukan isu utama dan sudah selesai. Dengan realitas seperti ini, maka Eksekutif dan Legislatif tidak cukup hanya mengandalkan Koalisi Kuat tapi lebih dari itu membutuhkan “Koalisi Besar” sehingga Partai Poltik yang abu abu dan tidak memiliki komunikasi politik yang baik akan ditinggalkan dan atau tertinggal oleh Partai Politik yang lain.

Dari sini lah “quid pro quo” menjadi keniscayaan dalam realitas moral politik kontemporer di mana pemimpin eksekutif atau bupati akan bersikap cepat, tanggap dan realistis untuk bersinergis dan mengelola posisi tawar menawar dengan legislatif untuk mewujudkan visi pembangunannya dalam memajukan daerahnya. Lalu bagaimana dengan Jepara?

Melihat laju perkembangan dan perubahan politik yang begitu cepat, Boleh jadi, Jepara tanpa Koalisi Besar dari partai partai di Jepara, — yang sekarang ini 50 anggota DPRD Jepara telah di lantik, — maka Paradigma Transformasi sulit diterapkan yang artinya strategi percepatan waktu dan perubahan pembangunan Jepara sulit diterapkan. Jadi, Bupati Jepara yang akan akan datang nantinya tidak cukup hanya memiliki Koalisi Kuat saja, tapi lebih dari itu harus memiliki “Koalisi Besar” dengan Partai Partai Politik sebagai upaya mempercepat waktu dan berani melakukan perubahan dalam mewujudkan pembangunan Jepara yang lebih baik dan maju.

Selamat atas dilantiknya 50 Angggota DRPD Jepara

Artikel ini telah dibaca 157 kali

Baca Lainnya

Solusi Praktis Bayar Zakat Fitrah via Online, Begini Penjelasannya

30 Maret 2025 - 10:06 WIB

Zakat Fitrah di Era Digital: Bolehkah Membayar Secara Online?

29 Maret 2025 - 10:55 WIB

Momen GP Ansor Ranting Demangan Santuni Anak Yatim, Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran

27 Maret 2025 - 23:43 WIB

UPZ Unisnu Jepara Sukses Kelola Dana Zakat dan Infaq Rp 1,2 Miliar, Dimaksimalkan untuk Beasiswa, Modal Usaha Hingga Bantu Warga Kurang Mampu

25 Maret 2025 - 19:01 WIB

Pengurus UPZ Unisnu Jepara menyampaikan laporan tahunan 2024 dan laporan akhir masa khidmah (2020-2025) kepada jajaran Yaptinu Jepara, Senin (24/3/2025).

PCNU Jepara Terus Genjot Pembangunan RSU Aseh, Ini Pesan Ketua Umum Yaseha

23 Maret 2025 - 15:46 WIB

Gus Nasrul: Banyak Penceramah Agama Yang Wajib Diceramahi

19 Maret 2025 - 10:47 WIB

Gus Nasrul saat menyampaikan mauidhoh hasanah di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara.
Trending di Kabar