Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Ansor · 26 Apr 2022 02:45 WIB ·

Pentingnya Derajat Muttaqin dalam Berorganisasi


 Pentingnya Derajat Muttaqin dalam Berorganisasi Perbesar

nujepara.or.id- Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Batealit pada Ahad Malam (24/4) kemarin, laksanan khotmil Qur’an sekaligus memperingati hari lahir GP Ansor ke 88. Sebelumnya tiap anggota membaca Al-Qur’an per-juz di tempat masing-masing yang dikordinir melalui grup watsap, baru kemudian dikhatami pada acara tesebut.  

Drs.Said, Ketua MWC Batealit dalam sambutannya mengatakan, menginjak usia yang ke-88 GP Ansor telah banyak menelurkan kader-kader muda yang handal dan energik, baik dari tingkat nasional, tingkat wilayah, hingga tingkat ranting.

“Harapannya tentu kader-kader tersebut mampu mewarnai, mampu memberikan dampak positif bagi nahdiyin dan masyarakat pada umumnya,” urainya.

Lebih lanjut Ketua MWC Kecamatan Batealit periode 2022-2027 berpesan agar memanfaatan momen puasa di bulan Ramadhan ini dengan lebih maksimal supaya bisa mendapat derajat mutaqin.

“Derajat Muttaqin sangat penting dalam berorganisasi. Apabil seorang yang alim atau seorang organisatoris tapi tidak mempunyai ketaqwaan, maka apa yang dinasihatkannya akan tertutup sebagaimana tetesan air hujan yg menetes di atas telur dan batu besar,” Urainya.

Jadi, lanjutnya, bila seorang guru atau orang alim menasehati muridnya atau orang-orang di sekelilingnya tanpa adanya ketaqwaan, maka nasihat tersebut tidak akan masuk dan tidak berdampak di dalam hatinya.

“Maka syarat mutlak untuk mencerdaskan generasi muda adalah ketakwaan,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Pak Said juga berpesan, selain bertaqwa para kader juga dituntut untuk cerdas.

Lalu siapa itu kader yang cerdas?

Yang dimaksud kader cerdas adalah kader yang mampu memahami zamannya. “Jadi bila ini eranya teknologi, kader juga harus paham dengan teknologi,”urainya.

Tidak cukup hanya paham zaman, kader yang cerdas juga harus mampu menatap masa depan.

“Dalam arti, para kader juga harus mempunyai persiapan yang matang, visi yang bagus dan planning yang tepat untuk menatap masa mendatang,” jelasnya.

Dan pada akhirnya, kecerdasan tersebut adalah untuk mengetahui Rab-nya.

“Kecerdasan yang dimiliki tidak utuk menjadi bangga-banggaan, tetapi kecerdasan tersebt sebagai alat agar lebih bermanfaat kepada umat dan lebih mengenal kebesaran Tuhannya,” pungkasnya.

Andre Gunawan, Ketua PAC GP Ansor Batealit, dalam acara yang dilaksanakan di Gedung MWC tersebut mengatakan, dengan khotmil Qur’an dan peringatan Harlah GP Ansor yang ke-88 ini semoga menjadi berkah tersendiri bagi PAC GP Ansor Kecamatan Batealit, terutama dilancarkan dalam melaksanakan program kerja kedepannya.

“InsyaAllah, Majlis Dzikir dan Sholawat akan Kembali berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni idaroh ke ranting-ranting.  Idaroh insyaAllah akan dimulai di Ranting Geneng pada akhir bulan Syawwal sekaligus di sana aka ada pengukuhan pengurus MDS Rijalul Ansor dan Banser,” Paparnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 Wib itu baru selesai pada pukul 23.00 Wib. Ditutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan makan bersama. (Arif W/Qih)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan
Trending di Kabar