Menu

Mode Gelap
Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

Kabar · 21 Okt 2019 23:12 WIB ·

Peran Santri di Tengah Dunia Digital


 Peran Santri di Tengah Dunia Digital Perbesar

Ketua PCNU, KH Hayatun Abdullah Hadziq menerbangkan balon merah putih sebagai penanda kemah dan apel hari santri dibuka.

nujepara.or.id – Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq menjadi inspektur upacara pembukaan Kemah dan Apel Hari Santri Kabupaten Jepara tahun 2019 yang berlangsung di Lapangan Jinggotan Desa Jinggotan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Ahad (20/10) sore.

Dalam amanatnya, Kiai yang akrab disapa Mbah Yatun itu mengemukakan bahwa santri saat ini hidup di tengah-tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet menurutnya adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagad dalam dunia maya.

“Ia punya aspek manfaat dan madlarat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks,” jelas Pengasuh Pesantren Hadziqiyah Nalumsari Jepara ini.

Karena itu kepada ribuan santri yang memadati lapangan Jinggotan, Santri perlu memperalat teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemasalahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (hifdud din), jiwa (hifdun nafs), akal (hifdul aql), harta (hifdul maal), keluarga (hifdun nasl), dan martabat (hifdul ird).

“Kaidah almuhafadah alal qadimis shalih walahdhu bil jadidil aslah merupakan kaidah yang senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” pungas Mbah Yatun.

Ketua panitia, Achmad Makhali mengatakan kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari Ahad – Selasa (20-22/10) diikuti oleh 260 pangkalan se-Kabupaten Jepara yang terdiri dari MTs, SMP, SMA, SMK, dan Pesantren.

Kegiatannya terdiri dari lomba pionering, lomba olimpiade Aswaja, lomba kuliner, lomba cerdas cermat kepramukaan, lomba kaligrafi, lomba cipta logo dan maskot, lomba LBB, lomba semboyan, lomba baca puisi, karnaval santri nusantara, bedah buku, malam tirakatan dan lain sebagainya.

Makhali mengemukakan kegiatan tersebut merupakah salah satu wujud dalam menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma.

“Kemah Santri dan Pelajar Hari Santri Nasional Kabupaten Jepara diharapkan dapat membangun minat terhadap gerakan pramuka dalam upaya meningkatkan etos kerja yang tinggi yang dibalut dengan kesederhanaan dalam keseharian di kalangan santri dan pelajar, serta mendukung kemandirian dan juga dapat mendorong untuk lebih aktif, mandiri, unggul demi negara dan agama sehingga dapat meningkatkan rasa ukhuwah, solidaritas sosial dan kerjasama antar sesama mereka,” harapnya. (ip)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

Trending di Kabar