Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Hujjah Aswaja · 18 Okt 2022 14:41 WIB ·

Peringati Maulid Nabi, Yayasan Az Zahra Gelar Shalawat Akbar


 Peringati Maulid Nabi, Yayasan Az Zahra Gelar Shalawat Akbar Perbesar

nujepara.or.id – Yayasan Az Zahra Sekuro Mlonggo Jepara memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar shalawat akbar belum lama ini. Bertempat di halaman SMK Az Zahra, kegiatan tersebut menghadirkan Habib Muhsin bin Alaydrus, Habib Mustofa bin Abdullah Mulachela, Habib Arif bin Abdullah Assegaf, Habib Farid Al Kaff, Sayyid Adam bin Arif Assegaf, dan Sayyid Ashif bin Abdurrohman Al Bar. Hadir pula wali santi SMP-SMK- Ponpes Az-Zahra serta para tokoh dan kiai.

Peringatan maulid dibuka dengan penampilan dari grup rebana Jingglang Muhammad. Lantunan shalawat bergema menghiasi langit di kompleks Az Zahra. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ust Joni Adi Fitra.

Dalam sambutan sebagai perwakilan keluarga Az Zahra, Hasan Khaeroni menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Dia menuturkan, kehadiran jamaah dalam kegiatan shalawat merupakan salah satu bukti bagaimana kita mencintai dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Sementara itu, Habib Muhsin bin Alaydrus dalam mauidhoh singkatnya menjelaskan tentang salah satu sifat Rasul yang patut diteladani oleh umatnya. Yaitu sifat yang selalu memaafkan dan tidak pernah merasa dendam. Bib Muhsin – begitu sapaan akrabnya – menceritakan, Rasulullah selalu mendatangi seeorang yang buta di pojok pasar setiap harinya. Dengan lembut dan sabar, Rasulullah tidak pernah absen menyuapi makan orang buta tersebut. Padahal, orang yang disuapi adalah orang yang selalu mencaci maki dan menghinanya.

“Ini menunjukkan bagaimana Baginda Nabi tidak pernah dendam sama sekali. Meskipun beliau selalu dicaci, tapi Nabi Muhammad justru membalasnya dengan kebaikan. Sifat inilah yang patut kita tiru dalam kegiatan sehari-hari,” paparnya.

Kegiatan shalawat akbar ditutup dengan penampilan Gambus Balasik pimpinan Habib Farid Al Kaff. Antusiame jamaah masih sangat tinggi meski rintik hujan mulai mengguyur saat menjelang akhir acara. Beberapa santri bahkan turut maju ke atas panggung untuk melantunkan shalawat bersama grup gambus. (ns)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar