Menu

Mode Gelap
Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik Aliansi Santri Jepara Desak Komdigi dan KPI Cabut Izin Trans7, Buntut Tayangan yang Lecehkan Pesantren Visiting Lecturer di Negeri Tirai Bambu, Aprilia Wakili UNISNU Jepara Kenalkan Wisata Bahari Indonesia

Kabar · 24 Agu 2024 11:24 WIB ·

Pilkada, PCNU Jepara Serukan Cermati Man Wara’a dan Maa Wara’a


 Pilkada, PCNU Jepara Serukan Cermati Man Wara’a dan Maa Wara’a Perbesar

nujepara.or.id – Menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 Nopember 2024, Ketua bidang hukum, politik dan pemerintahan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara KH. Zaenuri Toha menyerukan kepada warga nahdliyyin agar mencermati “man wara’a” dan “maa wara’a” setiap pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

Hal ini disampaikan Kiai Zaenuri dalam sambutan pengarahan sosialisasi Haul Massal dan Idaroh Jum’at Pahing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tahunan di serambi Masjid Baitul Muqorrobin Desa Tahunan Jepara pada Jum’at, 23 Agustus 2024 kemarin.

Dihadapan ratusan pengurus MWC NU Tahunan, pengurus ranting NU se-Kecamatan Tahunan dan badan otonom NU serta lembaga NU, Kiai Zaenuri mengingatkan pentingnya khittah nahdliyyah 1926

“Sesuai amanat khitthah, secara kelembagaan, jam’iyyah NU harus netral dan menjaga jarak yang sama terhadap partai politik maupun kontestan pilkada”, kata Kiai Zaenuri.

“Namun, secara pribadi, warga nahdliyyin mempunyai hak politik yang harus dihormati dan tidak boleh diarahkan ataupun dipaksa untuk memilih calon tertentu”, ucap Kiai Zainuri.

Ia yakin, seluruh pengurus NU baik di tingkat cabang, tingkat MWC maupun tingkat ranting sudah memahami makna khitthah 1926.

Terkait Pilkada Jepara, Kiai Zaenuri mengingatkan agar warga NU mencermati dan memahami “man wara’a” dan “maa wara’a” dari setiap pasangan calon.

“Pengurus NU harus cermat membaca siapa-siapa yang ada di balik setiap pasangan calon, visi-misi dan rencana program kerjanya, serta tidak mudah terpengaruh adanya money politik”, tegas Kiai Zaenuri.

“Pemimpin yang memiliki kultur NU, berasal dari kalangan NU, memahami kebutuhan warga NU, pesantren, madrasah diniyah, TPQ, guru ngaji dan kiai kampung sebaiknya lebih diutamakan daripada yang lain”, seru Kiai Zaenuri.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWC NU Tahunan KH. Aly Masykur mengingatkan jajaran MWC NU Tahunan, Badan Otonom NU dan seluruh PRNU se-Kecamatan Tahunan agar senantiasa mengingat hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim.

“Pada setiap kesempatan, saya akan terus mengutip hadits Nabi yang menyitir bahwa rakyat tidak akan binasa sekalipun zalim dan jahat, dengan catatan Pemerintah memberi petunjuk dan mendapat petunjuk. Tetapi rakyat akan celaka sekalipun memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, jika pemerintah bersikap zalim dan jahat” tutur Kiai Aly, yang juga pengasuh Pondok Pesantren API Mathlaul Anwar Bendansari Tahunan Jepara.

Untuk itu, Kiai Aly Masykur berharap agar seluruh warga NU berhati-hati dalam memilih pemimpin. Jangan sampai salah memilih pemimpin.

“Saya berharap kita semua tetap menjaga kondusifitas Jepara dan saling menghargai pilihan masing-masing”, pungkas Kiai Aly Masykur.

Artikel ini telah dibaca 224 kali

Baca Lainnya

Glory Casino Live Casino Tips for an Enjoyable, Low-Stress Play Experience

28 Desember 2025 - 20:25 WIB

Exploring Glory Casino Mobile Slots Gameplay Experience: Tips and Features

28 Desember 2025 - 00:17 WIB

Glory Casino Mobile Betting Experience Explained: Benefits and User Tips

27 Desember 2025 - 22:00 WIB

Mostbet AZ üzərindən idman mərci yerləşdirmə qaydası və strategiyaları

26 Desember 2025 - 12:58 WIB

Master Casino Glory Demo Games for Learning Basics Effectively and Quickly

26 Desember 2025 - 12:14 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kabar