Menu

Mode Gelap
Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan “Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga Bahtsul Masail Jepara: Hukum Perda Miras dan Hiburan Malam, serta Kritik Matan Hadits yang Berselisih Fakta Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

Hujjah Aswaja · 7 Feb 2023 00:13 WIB ·

SMP Tahfizd Annur Mangunan Tanamkan Pendidikan Aswaja di Peringatan Satu Abad NU


 SMP Tahfizd Annur Mangunan Tanamkan Pendidikan Aswaja di Peringatan Satu Abad NU Perbesar

nujepara.or.id- Menyambut Satu Abad lahirnya Nahdlatul Ulama yang akan jatuh pada 7 Februari 2023, para siswa dan guru SMP Tahfizd Annur Mangunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara menggelar berbagai macam kegiatan untuk memperingati hari lahir organisasi Islam terbesar itu. Salah satunya dengan menggelar istigotsah dan pembekalan Aswaja kepada para peserta didik.

Kegiatan yang dilaksanakan, Senin (6/1/2023) juga diikuti oleh keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Annur Mangunan. Selain menggelar istigotsah dan penguatan aswaja, juga diisi dengan penanaman karakter dengan materi sejarah berdirinya NU. Seperti diketahui, bahwa peringatan Satu Abad NU diambil dari penanggalan hijriyah. Yakni 16 Rajab 1344-16 Rajab 1444.

Salah satu guru SMP Tahfizd Annur, Zuli Safitri SH, dihadapan para murid menyampaikan tentang lima prinsip dasar yang menjadi ciri prilaku keagamaan/ kemasyarakatan warga NU yaitu: Attawasuth (moderat) Al i’tidal (berkeadilan) Attawazun (seimbang) Attasamuh (toleran) dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar( mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).

”Lima prinsip dasar NU itulah yang dicontohkan oleh para Muassis, Ulama, dan Kiai NU. Dengan harapan para santri akan aktif di NU baik di kultural maupun struktural. Untuk tingkatan pelajar ada IPNU-IPPNU, kemudian dilingkungan ada pengurus Ranting NU, PCNU, PWNU hingga PBNU”, kata Zuli Safitri.

Sementara itu, Azami Nailil Muna, SH, kepada para siswa juga menceritakan tentang sejarah mars NU yang berjudul Syubhanul Wathan karya KH Wahab Hasbullah, yang diijazahkan kepada KH Maimun Zubair Sarang. Mars Syubhanul Wathan saat ini menjadi lagu wajib NU dalam setiap kegiatan.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan hataman Qur’an oleh JQH NU Desa Mangunan. Sesuai dengan tema Satu Abad NU “Merawat Jagat Membangun Peradaban” diharapkan menjadikan para santri Tahfizd Annur yang berilmu beramal dan Berahlaqul Karimah. https://suarabaru.id/2023/02/06/peringati-satu-abad-nu-smp-tahfizd-annur-mangunan-berikan-pembekalan-aswaja

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

“Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

16 April 2026 - 14:50 WIB

ILUSTRASI Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

16 April 2026 - 14:42 WIB

ILUSTRASI Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

Bahtsul Masail Jepara: Hukum Perda Miras dan Hiburan Malam, serta Kritik Matan Hadits yang Berselisih Fakta

15 April 2026 - 12:23 WIB

Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

15 April 2026 - 12:10 WIB

Trending di Kabar