Menu

Mode Gelap
Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan “Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

Kabar · 16 Jan 2020 23:47 WIB ·

Tepuk “Islam Yes Kafir No” Mencederai Gerakan Pramuka


 Tepuk “Islam Yes Kafir No” Mencederai Gerakan Pramuka Perbesar

Pinsako Ma’arif NU Jepara, H. Hisyam Zamroni. (Dok. pribadi)

nujepara.or.id – Tepuk pramuka berbunyi “Islam Islam Yes, Kafir Kafir No” yang diajarkan pembina pramuka di Yogyakarta direspon Sakoma NU Jepara. Menurut Pinsako Ma’arif NU Jepara, H. Hisyam Zamroni yel-yel yang diajarkan di salah satu SD itu mencederai semangat gerakan Pramuka.

“Yel-yel itu justru jauh dari semangat gerakan Pramuka Indonesia karena mendeskriditkan orang lain dengan sebutan No Kafir atau Kafir No,” tandasnya.

Melalui kejadian itu secara sederhana pihaknya menganalisis Dasa Dharma Pramuka. Di dalam Dasa Dharma lanjut Hisyam disebutkan
Pertama, Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dasa Dharma yang pertama ini sudah jelas dan gamblang bahwa anggota pramuka diajarkan untuk mempercayai Tuhan sesuai dengan agamanya masing-masing dan menghormati antar pemeluk agama,” jelas Wakil Ketua PCNU Jepara ini.

Bunyi Dasa Dharma yang kedua yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

“Ajaran pokok yang kedua ini memberikan motivasi anggota Pramuka menghidupkan rasa kemanusian, rasa cinta kasih, menghormati, menghargai, dan saling menolong kepada seluruh umat manusia terlepas daripada suku, agama, negara, budaya, dll,” lanjutnya.

Adapun bunyi Dasa Dharma ke sepuluh Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan. Pemilihan kata “suci” ini paparnya mempunyai harapan agar anggota pramuka terlepas dari hal-hal yang negatif baik yang bersumber dari pikiran, perkataan dan perbuatan sehari-hari terhadap alam dan seluruh umat manusia. “Atau dengan kata lain anggota pramuka harus mampu mengsingkronkan antara pikiran, perkataan dan perbuatan atau mudahnya dan tidak menjadi orang munafik,” lanjutnya, Kamis (16/1).

Nah, atas dasar ketiga Dasa Dharma tersebut pihaknya kaget dan tercengang dengan adanya ulah oknum seorang pembina pramuka yang mengajarkan yel-yel yang justru tidak sesuai dan jauh dari semangat Dasa Dharma pramuka.

Pihaknya berharap dengan kejadian tersebut ada solusi terbaik untuk pembinaan dan pelatihan kepada pembina-pembina tingkat gugus depan dan pembina yang lain baik dari kursus di tingkat dasar sampai pada tingkat lanjutan untuk diperkuat kurikulum dan proses pembinaannya agar sesuai dengan pakem dan harapan gerakan Pramuka ke depan yaitu menjadi Insan yang ber-Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ikut serta membangun Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di akhir statemennya pihaknya juga mengajak interospeksi ke dalam (internal) untuk membenahi dan memajukan Gerakan Pramuka Indonesia ke depan. (ip)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

“Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

16 April 2026 - 14:50 WIB

ILUSTRASI Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu

16 April 2026 - 14:42 WIB

ILUSTRASI Melampaui Kerumunan: Seni Melepaskan Beban Masa Lalu
Trending di Kabar