Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 28 Feb 2019 02:39 WIB ·

Unisnu Jepara Tentukan Kiblat Musala SMK N 2


 Unisnu Jepara Tentukan Kiblat Musala SMK N 2 Perbesar

Sebagai salah satu bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Rabu (27/02/19) melaksanakan kegiatan menentukan arah kiblat musala SMK N 2 Jepara. Penentuan arah kiblat tersebut merupakan permohonan pihak sekolah agar arah kiblat di mushala yang akan dibangun benar-benar valid sesuai dengan ketentuan

Musholla yang akan dibangun di titik koordinat 6°35’28,24″ LS 110°40’34,94″ BT. Penentuan arah kiblat dilaksanakan Hudi, Dosen Falak dan juga Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara yang didampingi Biro 3 Unisnu dan pihak sekolah. Penentuan arah kiblat tersebut menggunakan Kompas, bayangan matahari dan google earth.

Untuk menguatan penentuan arah Kiblat, metode bayang matahari dilakukan dua kali, pertama dilaksanakan pada pukul 08:35 WIB dan pukul 08:54 WIB dengan data sebagai berikut: Pertama Pukul 08:35 WIB, arah bayangan Matahari 275°32’18,15″, arah kiblat 294°20’39,08″, selisih bayangan dan arah kiblat 18°48’20,93″, segitiga siku panjang 81 cm dan lebar 27,58 cm.Dan yang kedua Pukul 08:54 WIB, arah bayangan Matahari 275°25’15,61″, arah kiblat 294°20’39,08″, selisih bayangan dan arah kiblat 18°55′.

Pengukuran dilakukan sekitar jam 08.00 WIB dan prosesnya tidak membutuhkan waktu lama. Kegiatan pengukuran disaksikan Kepala SMK Negeri 2 Jepara, Kabag Humas, Biro kemahasiswaan, serta dibantu tukang. Dalam pegukuran pun hanya menggunakan alat- alat yang sederhana seperti kompas, bandul lot yang digunakan untuk menetukan arah banyangan, benang, serta penggaris besi panjang sekitar 4 meter. Selain menggunakan alat kompas pengukuran pun menggunakan ukuran bayangan matahari.

“Awalnya pengukuran dilakukan oleh pihak sekolah, yaitu kepala sekolah serta guru-guru agama dengan menggunakan kompas baik menggunakan alat kompas dan kompas yang terdapat di dalam HP berbeda-beda. Namun karena hasilnya tidak akurat akhirnya Kepala sekolah memutuskan untuk memanggil ahli falak dari Unisnu Jepara,” imbuh Hudi dilansir kabarseputarmuria.com.

Hudi menambahkan bagi warga masyarakat atau instansi yang ingin menentukan arah kiblat musala dan masjid pihaknya dengan tangan terbuka mempersilakan siapa saja datang ke Unisnu tanpa ada persyaratan khusus. Mereka hanya membawa surat permohonan dan surat keterangan obyek yang akan di tentukan atau ukur arahnya. (muin/ed)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar