Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 15 Jul 2019 11:46 WIB ·

1050 Santri Baru Masuk Balekambang, Ini Wejangan untuk Wali Santri


 1050 Santri Baru Masuk Balekambang, Ini Wejangan untuk Wali Santri Perbesar

nujepara.or.id – Santri baru Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara mulai masuk ke pondok pada Sabtu (13/7/2019).

Tercatat kurang lebih 1050 Santri baru yang terdiri dari Madrasah Salafiyyah, Tahfidz al-Qur’an, MI, MTs, MA, SMK, Ma’had Aly Balekambang (S1) dan Politeknik Balekambang (D IV) masuk ke Pondok terbagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama Sabtu (13/7/2019) untuk seluruh santri MI dan MTs, sedangkan untuk santri Salafiyyah, Tahfid al-Qur’an, MA dan SMK masuk pada gelombang kedua yakni Ahad (14/7/2019).

Acara silaturahim dan serah terima santri baru yang dilaksanakan di Masjid Kampus 1 dimulai dengan pembacaan tahlil, sambutan-sambutan, kemudian dilanjut dengan pemaparan tata tertib oleh pengurus pondok pesantren KH. Miftahudin.

Dalam sambutan ketua pengurus pesantren KH. Mustamir Wildan menyampaikan, “dino iki sampean sedoyo nitipno lare-lare sampean ten pondok. Nitipno iku asale saka tembung titip.” (hari ini bapak/ibu menitipkan putra putrinya di pondok. Kata “nitipno” berasal dari kata dasar “titip”).

Baginya, kata “titip” itu mengandung arti yang sangat luar biasa. T (tego), orang tua harus Tega, Mentholo, tidak sering dijenguk apabila ingin anaknya betah (krasan).

I (Ikhlas), orang tua harus ikhlas, didoakan dan menerima keadaan yang ada di pondok. “Ketika anak makannya hanya sayur dan tempe ya tidak usah ditangisi,” ujarnya.

T (Tawwakal), berserah diri pada Allah. I (Ihtiyar), mondokke anak merupakan salah satu usaha atau keinginan orang dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra putri kita. Ini merupakan usaha lahir (ongkos, berkomunikasi) dan batin kita. P (Percaya), Percaya kepada Allah, Pengasuh dan Pengelola.

Terpisah Pengasuh Pesantren Balekambang, KH. M. Ali Syibromalisi menjelaskan bahwa seluruh santri baru sebelum memulai awal KBM di instansi masing-masing, mereka akan mendapatkan pembinaan khusus tentang materi ubudiyah, tajwid, kedisiplinan, dll.

“Seluruh santri baru kita wajibkan untuk mengikuti pembinaan santri baru (PESABAR), karena kegiatan ini akan memberikan materi-materi dasar tentang agama, sosial, dan pengetahuan umum. PESABAR akan dilaksanakan selama 7 hari dimulai pada tanggal 15 – 20 Juli 2019” pungkasnya. (M. Ali Subkhan)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar