Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Kabar · 15 Jul 2019 11:46 WIB ·

1050 Santri Baru Masuk Balekambang, Ini Wejangan untuk Wali Santri


 1050 Santri Baru Masuk Balekambang, Ini Wejangan untuk Wali Santri Perbesar

nujepara.or.id – Santri baru Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara mulai masuk ke pondok pada Sabtu (13/7/2019).

Tercatat kurang lebih 1050 Santri baru yang terdiri dari Madrasah Salafiyyah, Tahfidz al-Qur’an, MI, MTs, MA, SMK, Ma’had Aly Balekambang (S1) dan Politeknik Balekambang (D IV) masuk ke Pondok terbagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama Sabtu (13/7/2019) untuk seluruh santri MI dan MTs, sedangkan untuk santri Salafiyyah, Tahfid al-Qur’an, MA dan SMK masuk pada gelombang kedua yakni Ahad (14/7/2019).

Acara silaturahim dan serah terima santri baru yang dilaksanakan di Masjid Kampus 1 dimulai dengan pembacaan tahlil, sambutan-sambutan, kemudian dilanjut dengan pemaparan tata tertib oleh pengurus pondok pesantren KH. Miftahudin.

Dalam sambutan ketua pengurus pesantren KH. Mustamir Wildan menyampaikan, “dino iki sampean sedoyo nitipno lare-lare sampean ten pondok. Nitipno iku asale saka tembung titip.” (hari ini bapak/ibu menitipkan putra putrinya di pondok. Kata “nitipno” berasal dari kata dasar “titip”).

Baginya, kata “titip” itu mengandung arti yang sangat luar biasa. T (tego), orang tua harus Tega, Mentholo, tidak sering dijenguk apabila ingin anaknya betah (krasan).

I (Ikhlas), orang tua harus ikhlas, didoakan dan menerima keadaan yang ada di pondok. “Ketika anak makannya hanya sayur dan tempe ya tidak usah ditangisi,” ujarnya.

T (Tawwakal), berserah diri pada Allah. I (Ihtiyar), mondokke anak merupakan salah satu usaha atau keinginan orang dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra putri kita. Ini merupakan usaha lahir (ongkos, berkomunikasi) dan batin kita. P (Percaya), Percaya kepada Allah, Pengasuh dan Pengelola.

Terpisah Pengasuh Pesantren Balekambang, KH. M. Ali Syibromalisi menjelaskan bahwa seluruh santri baru sebelum memulai awal KBM di instansi masing-masing, mereka akan mendapatkan pembinaan khusus tentang materi ubudiyah, tajwid, kedisiplinan, dll.

“Seluruh santri baru kita wajibkan untuk mengikuti pembinaan santri baru (PESABAR), karena kegiatan ini akan memberikan materi-materi dasar tentang agama, sosial, dan pengetahuan umum. PESABAR akan dilaksanakan selama 7 hari dimulai pada tanggal 15 – 20 Juli 2019” pungkasnya. (M. Ali Subkhan)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memakna Budaya Merdeka

14 Agustus 2022 - 03:20 WIB

Perkemahan Satu Hari : 
Kecerahan Anak Yang Mulai “Bangkit”

14 Agustus 2022 - 02:02 WIB

Dukungan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional Mengalir Dari KRI Dewaruci

12 Agustus 2022 - 06:41 WIB

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Trending di Hujjah Aswaja
%d blogger menyukai ini: