Menu

Mode Gelap
Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

Kabar · 3 Feb 2026 16:45 WIB ·

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding


 Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding Perbesar

nujepara.or.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program yang fokus pada dua sektor krusial di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Yakni lewat program inovasi lingkungan dan pendidikan.

Dengan memberdayakan lingkungan yang sehat, Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Ciptakan Alat Bakar Sampah Minim Asap di Desa Sumanding

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan peluncuran teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah pada Senin (26/1/2026) dan dilanjutkan dengan sosialisasi pendidikan tinggi pada Senin (2/2/2026).

Solusi Sampah Minim Asap

Pada kegiatan pertama yang bertajuk “Mewujudkan Lingkungan Sehat Melalui Pengelolaan Sampah Minim Asap”, mahasiswa KKN menanggapi permasalahan limbah rumah tangga yang selama ini mencemari lingkungan.

Bertempat di kediaman Bapak Kasmijan, warga Desa Sumanding, tim KKN memperkenalkan inovasi alat pembakaran sampah yang dirancang khusus untuk mengurangi polusi asap.

Koordinator kegiatan, Variko Dwi Islami, menjelaskan bahwa alat tersebut dibuat dari drum besi bekas berukuran 200 liter.

“Proses pembuatan alat ini melibatkan pemotongan drum, pembuatan saringan, serta pengaturan ventilasi udara menggunakan las dan bor listrik. Tujuan utamanya adalah memastikan pembakaran lebih sempurna sehingga asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembakaran terbuka,” terang Variko di sela-sela demonstrasi alat pada Senin (26/1/2026).

Selain memperkenalkan alat, tim KKN juga memberikan edukasi tentang pemilahan sampah. Warga diajarkan untuk membedakan jenis sampah yang boleh dibakar dan yang tidak, serta cara merawat alat agar lebih awet dan berfungsi dengan baik.

Ajak Siswa Lanjutkan Kuliah

Seminggu setelahnya, pada Senin (2/2/2026), tim KKN melanjutkan misinya di bidang pendidikan melalui program “Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru” di Madrasah Aliyah (MA) Matholi’ul Falah Sumanding.

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dibuka oleh Kepala Sekolah dan Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades). Dalam sesi presentasinya, mahasiswa KKN memperkenalkan profil UNISNU Jepara, kampus yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan memiliki komitmen terhadap pengembangan karakter cendekia.

“Kami ingin memotivasi adik-adik di MA Matholi’ul Falah untuk terus melanjutkan pendidikan mereka. Kami menjelaskan berbagai jalur pendaftaran dan program studi yang tersedia di universitas, agar mereka memiliki banyak pilihan untuk masa depan,” ungkap perwakilan tim sosialisasi.

Antusiasme siswa sangat terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda Desa Sumanding untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, membuka lebih banyak peluang bagi mereka di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

Trending di Kabar