Menu

Mode Gelap
Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara Buku Kita : Mawa’idh Qur’aniyyah Ulama Nusantara Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

Kabar · 10 Mar 2023 02:59 WIB ·

Tradisi Persanadan NU Mirip dengan Sistem Keilmuan di Eropa, Bahkan Transmisinya Malah Lebih Kuat


 Tradisi Persanadan NU Mirip dengan Sistem Keilmuan di Eropa, Bahkan Transmisinya Malah Lebih Kuat Perbesar

nujepara.or.id – Tradisi menyambung sanad yang lestari di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menarik untuk dibahas. Tradisi ini hampir mirip dengan sistem keilmuan yang dianut oleh para ilmuwan dan juga kampus-kampus ternama di Eropa Barat.

Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan menyebut persanadan NU dan kemiripan dengan sistem keilmuan Eropa Barat tidak terelakkan. Utamanya terkait ilmu eksak atau eksakta.

“Yang sangat kuat sanadnya di bidang itu, contohnya sanad keilmuan Stephen Hawking yang bila diurut bisa sampai ke Isaac Newton. Bahkan mungkin sampai abad ke-17,” jelas dia. Sementara di NU, lanjut dia, kekuatan sanad bisa dilihat dari kealiman seorang kiai. “Jika kiai yang menguasai disiplin ilmu itu sangat kuat, sanadnya bisa nyampe abad ke-7. Lebih panjang,” ucap Ivan saat FGD Pemetaan 100 Pesantren Tua di Indonesia di Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Bahkan menurut Ivan, NU memiliki transmisi keilmuan yang lebih kuat.

“Kalau ilmu pengetahuan modern di Eropa Barat saja terputus di zaman renaisans. (Sanad) kita bisa sampai abad ke-7,” tandasnya.

Ivan menyinggung asumsi-asumsi liar tentang kemurnian ajaran dan klaim berguru langsung kepada Rasulullah dan para sahabat. Ia beranggapan asumsi atau klaim itu hanya berlaku kepada kelompok atau individu yang anti-intelektual.

“Dimensi sanad dalam pesantren ini menarik, apalagi di tengah banyak orang yang mengklaim diri berguru langsung kepada Nabi saw. Saya kira jika dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan modern klaim tersebut itu anti-intelektual,” kata lulusan sejarah UI ini.

Persoalan sanad ini, kata Ivan, jika ditelusuri sumbernya ke belakang akan ada banyak database yang memuat ini lebih lengkap semacam warisan budaya ilmu pengetahuan.

“Dalam hal sanad NU saya kira kita punya archaeology of knowledge (arkeologi pengetahuan), yang bisa ditarik sampai abad ke-7 Masehi,” tandas Ivan.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/tradisi-persanadan-nu-mirip-dengan-sistem-keilmuan-di-eropa-UhL78

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

3 Februari 2026 - 16:45 WIB

PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Syariah

2 Februari 2026 - 22:06 WIB

PCNU Jepara Kembali Salurkan Bantuan, 1.400 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Desa Tempur dan Kunir

2 Februari 2026 - 21:54 WIB

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

Trending di Kabar