Menu ✖

Mode Gelap
Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

Kabar · 10 Mar 2023 02:59 WIB ·

Tradisi Persanadan NU Mirip dengan Sistem Keilmuan di Eropa, Bahkan Transmisinya Malah Lebih Kuat


 Tradisi Persanadan NU Mirip dengan Sistem Keilmuan di Eropa, Bahkan Transmisinya Malah Lebih Kuat Perbesar

nujepara.or.id – Tradisi menyambung sanad yang lestari di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menarik untuk dibahas. Tradisi ini hampir mirip dengan sistem keilmuan yang dianut oleh para ilmuwan dan juga kampus-kampus ternama di Eropa Barat.

Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan menyebut persanadan NU dan kemiripan dengan sistem keilmuan Eropa Barat tidak terelakkan. Utamanya terkait ilmu eksak atau eksakta.

“Yang sangat kuat sanadnya di bidang itu, contohnya sanad keilmuan Stephen Hawking yang bila diurut bisa sampai ke Isaac Newton. Bahkan mungkin sampai abad ke-17,” jelas dia. Sementara di NU, lanjut dia, kekuatan sanad bisa dilihat dari kealiman seorang kiai. “Jika kiai yang menguasai disiplin ilmu itu sangat kuat, sanadnya bisa nyampe abad ke-7. Lebih panjang,” ucap Ivan saat FGD Pemetaan 100 Pesantren Tua di Indonesia di Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Bahkan menurut Ivan, NU memiliki transmisi keilmuan yang lebih kuat.

“Kalau ilmu pengetahuan modern di Eropa Barat saja terputus di zaman renaisans. (Sanad) kita bisa sampai abad ke-7,” tandasnya.

Ivan menyinggung asumsi-asumsi liar tentang kemurnian ajaran dan klaim berguru langsung kepada Rasulullah dan para sahabat. Ia beranggapan asumsi atau klaim itu hanya berlaku kepada kelompok atau individu yang anti-intelektual.

“Dimensi sanad dalam pesantren ini menarik, apalagi di tengah banyak orang yang mengklaim diri berguru langsung kepada Nabi saw. Saya kira jika dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan modern klaim tersebut itu anti-intelektual,” kata lulusan sejarah UI ini.

Persoalan sanad ini, kata Ivan, jika ditelusuri sumbernya ke belakang akan ada banyak database yang memuat ini lebih lengkap semacam warisan budaya ilmu pengetahuan.

“Dalam hal sanad NU saya kira kita punya archaeology of knowledge (arkeologi pengetahuan), yang bisa ditarik sampai abad ke-7 Masehi,” tandas Ivan.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/tradisi-persanadan-nu-mirip-dengan-sistem-keilmuan-di-eropa-UhL78

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Trending di Headline