Menu

Mode Gelap
Solusi Praktis Bayar Zakat Fitrah via Online, Begini Penjelasannya Zakat Fitrah di Era Digital: Bolehkah Membayar Secara Online? Momen GP Ansor Ranting Demangan Santuni Anak Yatim, Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran UPZ Unisnu Jepara Sukses Kelola Dana Zakat dan Infaq Rp 1,2 Miliar, Dimaksimalkan untuk Beasiswa, Modal Usaha Hingga Bantu Warga Kurang Mampu PCNU Jepara Terus Genjot Pembangunan RSU Aseh, Ini Pesan Ketua Umum Yaseha

Kabar · 6 Des 2024 14:57 WIB ·

Belajar dari Kasus Gus Miftah : Dakwah Harus Mengutamakan Akhlak


 Belajar dari Kasus Gus Miftah : Dakwah Harus Mengutamakan Akhlak Perbesar

nujepara.or.id – Publik baru-baru ini dihebohkan oleh cuplikan video yang memperlihatkan Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) saat berceramah.

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat melontarkan pernyataan yang dianggap menghina seorang pedagang es teh bernama Sonhaji, yang tengah menawarkan dagangannya kepada jamaah.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur), menyampaikan bahwa ceramah sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang santun.

Selain itu, penceramah juga perlu mempertimbangkan konteks para jamaah yang hadir.

“Pada dasarnya dakwah harus mengutamakan kelembutan dan adab sebagaimana tauladan Rasulullah saw,” kata Gus Fahrur kepada NU Online, Rabu (4/12/2024).

Menurut Gus Fahrur, kejadian tersebut memberikan sejumlah pelajaran penting. Ia menekankan bahwa seorang penceramah harus mampu memahami situasi dan kondisi audiens untuk mencegah kegaduhan serta menunjukkan empati terhadap orang lain.

“Kasus ini menjadi pelajaran bagi mubalig lainnya agar lebih berhati-hati dalam bercanda agar tidak menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan orang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Malang itu menganjurkan para dai untuk meneladani akhlak mulia dalam berdakwah, seperti menjaga konsistensi antara perkataan dan perbuatan, bersikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah, tawakal, dan tawadhu’.

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Ash-Shaaf ayat 2-3, QS. Ali Imran ayat 159, dan QS. Al-Furqan ayat 63. Gus Fahrur juga mengingatkan masyarakat untuk bersikap bijak dalam menanggapi peristiwa apa pun.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak terjebak dalam polemik yang berkepanjangan.

Peristiwa ini, menurutnya, mencerminkan sisi manusiawi yang tidak lepas dari kekurangan, sehingga menjadi kesempatan untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam kebaikan.

“Mari saling mendukung dan mengingatkan untuk kebaikan dakwah umat Islam,” pungkasnya.

Sumber: https://jateng.nu.or.id/nasional/belajar-dari-kasus-gus-miftah-dakwah-harus-mengutamakan-akhlak

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Solusi Praktis Bayar Zakat Fitrah via Online, Begini Penjelasannya

30 Maret 2025 - 10:06 WIB

Zakat Fitrah di Era Digital: Bolehkah Membayar Secara Online?

29 Maret 2025 - 10:55 WIB

Momen GP Ansor Ranting Demangan Santuni Anak Yatim, Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran

27 Maret 2025 - 23:43 WIB

UPZ Unisnu Jepara Sukses Kelola Dana Zakat dan Infaq Rp 1,2 Miliar, Dimaksimalkan untuk Beasiswa, Modal Usaha Hingga Bantu Warga Kurang Mampu

25 Maret 2025 - 19:01 WIB

Pengurus UPZ Unisnu Jepara menyampaikan laporan tahunan 2024 dan laporan akhir masa khidmah (2020-2025) kepada jajaran Yaptinu Jepara, Senin (24/3/2025).

PCNU Jepara Terus Genjot Pembangunan RSU Aseh, Ini Pesan Ketua Umum Yaseha

23 Maret 2025 - 15:46 WIB

Gus Nasrul: Banyak Penceramah Agama Yang Wajib Diceramahi

19 Maret 2025 - 10:47 WIB

Gus Nasrul saat menyampaikan mauidhoh hasanah di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara.
Trending di Kabar