Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Kabar · 24 Mei 2016 06:00 WIB ·

Desa Mesti Siap Jika Terjadi Bencana


 Desa Mesti Siap Jika Terjadi Bencana Perbesar

JEPARA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melalui Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Senin (23/5)-Selasa (24/5) melakukan kegiatan pelatihan pengembangan desa siaga bencana di pendapa Balai Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan. Desa terus didoronng dan dilatih agar siap melakukan langkah-langkah antisipasi dan penyelamatan awal jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta, terdiri atas perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, tokoh perempuan, PKK, tokoh pemuda, karang taruna dan relawan di Desa Tegalsambi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jepara Kusdiyarto menjelaskan kegiatan pelatihan pengembangan desa siaga bencana ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana dalam menghadapi bencana/musibah.
” Menurut Indeks Rawan Bencana (IRBI) 2011, Jepara merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki risiko kerawanan bencana kategori tinggi, yakni peringkat ke 6 di Jateng, dan peringkat 21 secara nasional.Ddalam IRBI 2013 Jepara menempati peringkat 15 di Jateng dan 209 secara nasional. Desa peru memiliki sumber daya yang cukup untuk melakukan langkah-langkah siaga bencana,” ungkap dia.
Pelatihan ini selain dilaksanakan di Desa Tegalsambi, juga akan dilaksanakan di Desa Pendem Kecamatan Kembang pada 25-26 Mei, dan di Desa Pancur Kecamatan Mayong pada 1-2 Juni mendatang. Desa-desa ini rawan terjadi bencana, di antaranya banjir dan longsor.
Narasumber kegiatan ini adalah dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, dengan metode penyampaiannya melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan diakhiri dengan kegiatan simulasi/praktik penanganan bencana. (ms)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif

4 Agustus 2022 - 02:37 WIB

Ilustrasi praktik perdukunan (@dukunsantet)

PCNU Jepara Lantik PRNU Guyangan II

2 Agustus 2022 - 05:28 WIB

NU Harus Lebih Peka Pada Rakyat Kecil

1 Agustus 2022 - 13:49 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: