Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 23 Sep 2019 03:23 WIB ·

Festival Terbang Telon, Upaya Ishari Jepara Lestarikan Seni Tradisi


 Festival Terbang Telon, Upaya Ishari Jepara Lestarikan Seni Tradisi Perbesar

Salah satu peserta Festival Terbang Telon.

nujepara.or.id– Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Jepara menyelenggarakan Festival Kesenian Terbang Telon Se-Kabupaten Jepara tahun 2019. Festival dengan tema “Nguri-nguri Kesenian, Jepara Aman Tentram” itu digelar di Pendopo Kartini Jepara, Ahad (22/9/2019).

Ketua Panitia M. Ulil Albab mengatakan bahwa Festival Terbang Telon tahun 2019 adalah yang perdana sebagai upaya melestarikan seni tradisi khas Kota Ukir.

“Terbang Telon adalah kesenian asli Jepara, tidak seperti kesenian terbang yang sekarang ini marak di Indonesia. Lagu-lagunya tidak bisa ditiru, tidak seperti lagu atau nasyid yang banyak dinyanyikan,” kata Ulil.

Menurut Ulil, kekhasan Terbang Telon karena aslinya hanya tiga terbangan dan dimainkan oleh tiga orang.

Seremonial pembukaan festival terbang telon.

“Seharusnya tiga terbang, jika ada tambahan bisa enam atau sembilan orang, tapi nadanya tetap mengacu ke tiga orang tadi,” tambahnya.

Terbang Telon, lanjut Ulil merupakan kesenian khas pesisiran. Beberapa tempat di Jepara yang masih eksis seperti Mantingan, Bangsri, Mlonggo dan sebagian daerah Raguklampitan, Batealit yang agak jauh dari pesisir.

Sebanyak 15 peserta dari berbagai kecamatan di Jepara ikut meramaikan acara festival itu. Peserta yang mendaftar sementara ini paling banyak dari daerah Mantingan dengan 4 kelompok dan Krapyak 3 kelompok.

Sekda Jepara, Edi Sujatmiko dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kesenian Terbang Telon mengingatkan tempo dulu bahwa shalawatan sampai tengah malam, dan itu merupakan kesenian asli dari Jepara yang perlu dilestarikan.

Para pemenang festival terbang telon.

“Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan perhatian khusus dengan bekerja sama PC Ishari NU Jepara untuk menyelenggarakan festival terbang telon. Tujuannya untuk nguri-nguri Kesenian, Jepara aman tentram. Juga supaya generasi muda hari ini mau melanjutkan tradisi Kesenian Terbang Telon di Jepara ini,” tambahnya.

Salah satu dewan Juri, H. Abdullah Syakban menyampaikan bahwa Kesenian Terbang Telon ini perlu dilestarikan bersama. Dia menambahkan bahwa dulu tahun 1966 pihaknya pernah juara 1 Lomba terbang telon se- Kabupaten Jepara.

“Saat itu antara tahun 1965 sampai 1970 an Kesenian Terbang Telon masih diminati masyarakat, dengan bershalawat sampai tengah malam. Saya sangat bersyukur Pemerintah Jepara dan Ishari NU Jepara bisa menyelenggarakan festival ini. Dengan adanya festival ini kita antar jamiyyah terbang telon se kabupaten Jepara bisa saling silaturrahim, saling mengenal dan yang paling penting kita bershalawat kepada Kanjeng Nabi dengan terbangan telon ini,” tambah Syakban yang aktif bermain terbang telon sejak 1950 sampai sekarang.

Adapun sebagai juara dalam festival terbang telon se Kabupaten Jepara Tahun 2019; Juara 1 Nurul ‘Arobi Jambu Mlonggo nilai 915, Juara 2 Al Huda Tegalsambi Tahunan nilai 905, juara 3 Al Ikhlas Bawu Batealit nilai 879, juara harapan 1 Al Ikhlas Karangaji Kedung nilai 875, juara harapan 2 Taraman Mantingan Tahunan nilai 866, juara harapan 3 Assalamah Krapyak Tahunan Jepara nilai 860.

Acara Festival Kesenian Terbang Telon itu terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Jepara, PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara dan PC Ishari (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) Jepara. (M. Miqdad Sya’roni)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar