Menu

Mode Gelap
Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib Kepala Kemenag Jepara hingga Turis dari Kenya Kagumi Stand Gelar Karya Siswa MTs Sadamiyyah, Ini Alasannya

Kabar · 28 Okt 2018 13:36 WIB ·

FKUB Jepara Gelar Seminar Lintas Agama Jelang Pemilu


 FKUB Jepara Gelar Seminar Lintas Agama Jelang Pemilu Perbesar

Jepara – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Seminar Lintas Agama; Membangun Solidaritas dan Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Jepara Menjelang Pemilu 2019” yang berlangsung di Ruang Setda II Pemkab Jepara, Sabtu (27/10) malam.
Kegiatan yang dihadiri tokoh lintas agama, ormas keagamaan, panwascam serta organisasi kepemudaan ini menghadirkan beberapa pembicara. Di antaranya Pendeta mewakili lintas agama, Kesbangpol, Kemenag, Bawaslu dan MUI.
Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengatakan masyarakat tidak perlu terusik dan terganggu dengan gangguan-gangguan yang ada. “Kedewasaan dalam menyikapi masalah sangatlah diperlukan. Meski saat sekarang ini, banyak oknum yang memancing kegaduhan,” katanya di hadapan ratusan peserta.
Marzuqi menambahkan tantangan hari ini adalah keberadaan media sosial yang lebih banyak dominan hal negatif daripada hal positifnya. “Oleh karenanya dalam hal menyikapinya perlu kedewasaan,” tambahnya.
Kesempatan itu ia menandaskan slogan, “jangankan kaca pecah, ranting patah pun jangan”, harus terus kita gaungkan dan junjung tinggi.”
Pendeta Davit Sriyanti, mewakili lintas agama mengemukakan pemimpin yang terpilih adalah kewenangan dan otoritas tuhan yg menentukan, manusia hanyalah ihtiar.
Kepada audiens David memaparkan negara lain maju karena ada yang ditakuti sehingga berlomba-lomba ingin memenangkan kompetisi. “Negara indonesia tidak maju sebab tidak ada yang ditakuti, bahkan kepada tuhan pun tidak takut,”
Pihaknya kagum dengan sembahyang muslim, “setelah bersyahadat, ia mengucap salam ke kanan dan ke kiri, sebagai isyarat bahwa ia harus membawa keselamatan bagi semua pihak,” tandasnya.
Sebagai penganut agama Kristen ia menyatakan pimpinan itu ibarat kepala yang harus dihormati sehingga umat kristiani tidak pernah mendemo pemimpinnya.
Hal lain diuraikan Kepala Bakesbangpol Jepara, Dwi Riyanto. Menurutnya pihaknya pernah melihat dominasi agama di wilayah tertentu, seperti katolik yang dominan di flores, hindu di bali, Islam di aceh, dsb. “Yang paling terkesan adalah kesedian untuk melebur pada kesatuan NKRI.”
Pihaknya melanjutkan pemerintah perlu memfasilitasi dan mendorong proses yang baik dalam pemilu. Serta punya peran dan tugas sosialisasi agar pemilu sukses.
“Kami berharap apa yang terjadi di pusat tidak terjadi di Jepara. Deklarasi pemilu damai merupakan bentuk harapan bersama agar pemilu benar-benar sejuk dan kondusif,” harap Dwi.
Kepala Kemenag Jepara, H. Nor Rosyid yang diwakili Hariadi melontarkan pernyataan umat beragama yang baik selain taat dalam ritual agamanya juga harus saleh sosialnya. “Keberagaman dalam keyakinan Islam adalah sunnatullah, oleh karenanya harus disyukuri dan dijaga.”
Ketua Bawaslu Jepara, Sujiantoko mengutarakan umat beragama dalam pemilu memiliki hak dalam memilih dan dipilih. Selain itu, juga memiliki hak untuk mengawal dan mengawasi yang sudah terpilih.
“Kampanye pemilu saat ini memiliki tenggat waktu terpanjang selama penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Sehingga Bawaslu mendorong kepada tokoh agama agar bersama-sama mencegah dan menolak politik SARA dan politik uang,” imbaunya.
Paparan terakhir disampaikan Ketua MUI Jepara, H. Mashudi. Pemilu hanyalah sarana bukan tujuan. Makanya pemilu diharapkan bisa menghadirkan pemimpin yang sesuai dengan yang diharapkan.
“Jangan sampai masyarakat tidak peduli dengan kesuksesan pemilu. Posisi tokoh agama dan masyarakat harus berani menjadi panutan dalam kebaikan,” pungkas Mashudi yang juga Ketua FKUB Jepara. (ip)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi

1 Juni 2024 - 09:55 WIB

Pengurus IPNU IPPNU Ranting Desa Banjargung periode 2024 - 2026 dilantik, Jumat (31/5/2024). Para pengurus yang baru diinstruksikan fokus kaderisasi para pelajar yang diproyeksikan menjadi generasi masa depan andalan Nahdlatul Ulama.

Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

31 Mei 2024 - 14:26 WIB

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, SDIU Fadlun Nafis Ajak Anak Didik Tanam Mangrove di Pantai Kropak Bondo

25 Mei 2024 - 11:40 WIB

Pelajar SDIU Fadlun Nafis Bangsri Jepara menanam mangrove di Pantai Kropak Bondo.

Kepala Kemenag Jepara hingga Turis dari Kenya Kagumi Stand Gelar Karya Siswa MTs Sadamiyyah, Ini Alasannya

25 Mei 2024 - 11:30 WIB

Kepala Kemenag Jepara, Ketua LP Ma'arif NU Jepara dan lainnya foto bersama di depan stand karya pelajar MTs Sadamiyyah di Alun-alun Jepara.
Trending di Kabar