Menu

Mode Gelap
Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan

Kabar · 24 Okt 2017 05:24 WIB ·

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya


 Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya Perbesar

Jepara-Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.
Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara ada 11 grup yang tampil.
Di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Kidul), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).
 

M. Ainunniam selaku ketua panitia kegiatan melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.
Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.
Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.
Kegiatan ini menurut pantauan NU Online cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.
Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.
“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.
Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan lanjut Gus Aik semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya. “Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (sm)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan

7 Februari 2023 - 02:44 WIB

Ilustrasi twibbon Harlah 1 Abad NU

Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya

7 Februari 2023 - 02:23 WIB

SMP Tahfizd Annur Mangunan Tanamkan Pendidikan Aswaja di Peringatan Satu Abad NU

7 Februari 2023 - 00:13 WIB

Ketua PCNU Jepara: Peringatan Satu Abad NU Momentum untuk Refleksi

5 Februari 2023 - 05:11 WIB

Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023

4 Februari 2023 - 08:58 WIB

Jajaran Lakpesdam PCNU Jepara menggelar rapat koordinasi dengan pengurus MWCNU Mlonggo dan Kepala SMK Az-Zahra Mlonggo terkait persiapan pelaksanaan PD-PKPNU angkatan ke-3.

Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting

3 Februari 2023 - 23:03 WIB

Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rohman mengukuhkan lembaga-lembaga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kecapi 3 di Masjid Ar-Roudloh, Kecapi Kaligede RT 18 RW 03 Kecapi Tahunan Jepara, Kamis (2/2/2023) malam.
Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: