Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 5 Sep 2022 14:18 WIB ·

Genjot Kualitas Guru TPQ di Jepara, Ini Yang Dilakukan Yanbu’a 


 Genjot Kualitas Guru TPQ di Jepara, Ini Yang Dilakukan Yanbu’a  Perbesar

nujepara.or.id – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Jepara mengadakan workshop atau Bimbingan Muqri Yanbu’a (BMY) untuk meningkatkan kualitas pendidik dalam mengajar. Kegiatan tersebut berlangsung di tiga titik yaitu di Gedung Muslimat NU, TPQ Al Ihsan dan TPQ Al A’la Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara.

Acara dibuka langsung oleh ketua Pengurus daerah LMY Kabupaten Jepara Abdulloh Hafidz, Ahad (4/9/2022). Sebanyak 330 guru pendidik dari TPQ se-Kecamatan Kalinyamatan dan Welahan antusias menyimak materi penguatan metode mengajar Yanbu’a dari awal sampai akhir.

BMY kali ini digelar secara serentak setelah dua tahun vakum akibat pandemi covid-19.
Mengundang pemateri dari LMY Kabupaten Jepara, Abdulloh Hafidz, peserta diajak menyamakan metode belajar. Materi yang diberikan dalam Bimbingan Muqri Yanbu’a 2022 ini pembelajaran kitab jilid metode Yanbu’a dengan baik dan benar mulai dari jilid pra sampai jilid 7.

Ketua Panitia Penyelenggara, Sucipto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap para Pendidik Al-Qur’an di Kabupaten Jepara.

“Bimbingan Muqri Yanbu’a ini dilaksanakan di masing-masing kecamatan atau gabungan dua kecamatan, dengan tujuan untuk menyamakan metode, melatih metode pembelajaran kitab jilid dan meningkatkan kualitas guru,” kata Sucipto.

Lebih lanjut, pelatihan bimbingan Muqri Yanbu’a dibagi menjadi tiga rombongan belajar, yakni kelas 1 (jilid pra 1 dan 2) kelas 2 (jilid 3 dan 4) dan kelas 3 (jilid 5, 6 dan 7).

Sucipto berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para pendidik TPQ di Kabupaten Jepara dapat meningkat kualitasnya dalam memberikan pembelajaran metode belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kaidah metode Yanbu’a.

“Harapannya, semoga bisa diikuti semua guru TPQ di Jepara, dan bisa berjalan rutin setiap tahunnya. Sekaligus bisa meningkatkan kualitas guru dalam mendidik santri-santrinya,” harapnya.

Salah seorang peserta, Malikhatus merasa senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan pelatihan bimbingan Muqri Yanbu’a, hingga selesai. Guru TPQ Roudlotul Qur’an itu mengungkapkan, materi yang diberikan cukup mudah dipahami dan perlu diterapkan di lembaganya.

“Alhamdulillah senang, bisa mengikuti pelatihan ini. Saya merasa dapat banyak ilmu baru dari sini, dan perlu belajar lebih banyak lagi,” ujarnya. (Hs)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya