Menu

Mode Gelap
Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik

Kabar · 6 Jan 2026 10:09 WIB ·

Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa


 Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa Perbesar

nujepara.or.id – Kalangan lintas iman hadir saat Haul KH Presiden ke-4 sekaligus Pahlawan Nasional KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-16 yang digelar di Aula PCNU Jepara, Jalan Pemuda No 51 Senin (5/1/2026) malam.

Wakil Ketua PBNU KH Miftah Faqih, jajaran syuriah, tanfidziyah PCNU Jepara beserta badan otonom (Banom) dan lembaga serta ratusan nahdliyyin juga hadir mengikuti kegiatan yang juga digelar dalam menyemarakkan Harlah NU ke-103 Hijriah sekaligus 100 tahun Miladiyah itu.

Perwakilan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan Lim Sugandi mengatakan Gus Dur punya tempat istimewa di hati penganut agama Konghucu. Menurutnya tokoh NU ini telah berjasa meyelamatkan agama Konghucu. Sebab jika tanpa gebrakan Gus Dur maka Konghucu mati suri di Indonesia.

“Era Orde Baru, Konghucu tak bisa eksis, bahkan kita harus pindah agama agar tetap bisa hidup di Indonesia. Perkawinan sesama Konghucu juga tidak diakui negara, nahh berkat perjuangan Gus Dur kita tetap eksis,” jelas Lim Sugandi.

Warga Tionghoa, kata Lim sangat menghormati guru bangsa ini. Bentuk penghormatannya bermacam-macam. Ia mencontohkan tiap tahun ada kelompok warga Tionghoa di Semarang yang rutin ziarah ke makam Gus Dur di Jombang.

“Kelenteng di Muntilan Magelang bikin ruang penghormatan khusus untuk Gus Dur. Kita anggap Gus Dur semacam dewa. Gus Dur Bapak Tionghoa Indonesia,” jelasnya.

Apresiasi juga diungkapkan perwakilan dari Kristen. Pendeta Piertno Hadi menilai Gus Dur memang layak menyandang status bapak toleransi dan pluralisme di Indonesia.

Umat Kristen di Indonesia tergolong minoritas karena angkanya sekitar 15 persen dari total penduduk. Namun tetap bisa menjalankan ibadah dan aktivitas lainnya dengan damai dan harmonis.

“Kami merasa dilindungi. Spirit Gus Dur juga diteruskan oleh NU. Saat gereja di Dermolo sulit beraktivitas Mbah Yatun dan NU Jepara juga turun ikut membantu kami,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh Kristen lainnya Pdt Danang Kristiawan menggunakan pemikiran dan tindakan yang dilakukan Gus Dur hingga kini masih relevan. Ia mencontohkan spirit Just Peace (perdamaian yang berkeadilan) yang digaungkan Gus Dur bahkan saat ini viral di kawasan Eropa.

“Humor Gus Dur juga sangat filosofis. Jadi lawan dari kekerasan adalah kreativitas. Dan salah satu kreativitas Gus Dur adalah humor. Ini langkah alternatif dan kreatif untuk melawan kekerasan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU KH Miftah Faqih berharap kegiatan Haul Gus Dur ini tak berhenti hanya untuk seremonial saja. Spirit haul ini harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

“Gus Dur menjadi besar karena selalu membesarkan orang lain. Gus Dur juga menekankan perubahan tapi yang dewasa. NU juga harus berubah, dari budaya kerumunan menjadi transformasi sistematik,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang

5 Januari 2026 - 10:09 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia

21 Desember 2025 - 19:55 WIB

Ustadz Miqdad Sya'roni

Hj. Nur Istiqlaliyah Kembali Nahkodai Muslimat NU Bangsri Periode 2025-2030

21 Desember 2025 - 19:34 WIB

Hj. Nur Istiqlaliyah Kembali Nahkodai Muslimat Bangsri

Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik

17 Oktober 2025 - 10:16 WIB

Aliansi Santri Jepara Desak Komdigi dan KPI Cabut Izin Trans7, Buntut Tayangan yang Lecehkan Pesantren

16 Oktober 2025 - 16:05 WIB

Trending di Headline