Menu

Mode Gelap
Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik Aliansi Santri Jepara Desak Komdigi dan KPI Cabut Izin Trans7, Buntut Tayangan yang Lecehkan Pesantren Visiting Lecturer di Negeri Tirai Bambu, Aprilia Wakili UNISNU Jepara Kenalkan Wisata Bahari Indonesia

Hujjah Aswaja · 26 Mar 2023 04:32 WIB ·

Habib Abdulloh al Hindwan : “Sang Juru Damai”


 Habib Abdulloh al Hindwan : “Sang Juru Damai” Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id- Empat puluh hari sudah wafatnya Bib Dullah, saya baru bisa menulis tentang “realitas Bib Dullah” karena keluasan “gerakan sosial dan keagamaanya” yang lintas batas teks dirinya sendiri dengan mendirikan komunitas yang di beri nama : Jam’iyyah Hubburrosul.

Gerakan sosial dan keagamaan Hubburrosul terwujud dan terimplementasi dari pola pikir dan laku Bib Dullah sebagai “juru damai” ketika wilayah Kudus, Jepara dan Demak mengalami tahun tahun “kegelapan” yaitu masa “gesekan politik” pada awal era reformasi.

Kegelisahan Bib Dullah melihat ummatnya saling “tawur-politik” membuahkan sebuah pemikiran tentang “resolusi konflik” dengan menggunakan pendekatan “kultural” yaitu melalui strategi “iter burdahan” di setiap lapangan sepakbola, rumah rumah, dan majlis majlis dari kecamatan ke kecamatan dan dari desa ke desa se wilayah Kudus, Jepara dan Demak yang disingkat dengan “Kuromak” dengan mengkampanyekan slogan: “Kita wong Kuromak adalah saudara”.

Strategi “iter burdahan” membuahkan hasil yang mengagumkan dimana Bib Dullah mampu menggeser pola pikir dan prilaku masyarakat “kuromak” yang berawal dari “tawur – politik” menjadi “damai itu indah” yang hingga saat ini dirasakan oleh masyarakat “kuromak”.

Setelah kedamaian masyarakat terwujud, dengan kecerdasannya, Bib Dullah merekonstruksi “iter Burdahan” menjadi dua makna yaitu Burdahan bil – lisan dan Burdahan bil hal.

Burdah bil lisan adalah sebuah prosesi maulid dengan membaca Burdah yang dilakukan secara rutin di semua lini baik di majlis majlis, di rumah rumah maupun di even even lainnya dengan satu tujuan agar masyarakat cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW sehingga mendapatkan syafa’atnya di dunia dan kelak di akherat.

Sedangkan Burdah bil hal adalah menjadikan maulid sebagai motivator dan support untuk berkarya, memiliki etos kerja yang tinggi, menjadi seorang profesional dalam bisnis, dan berilmu pengetahuan yang mumpuni sehingga mampu mensejahterahkan kehidupan masyarakat. Hal ini bisa kita lihat betapa gigihnya Bib Dullah mendorong jama’ah Hubburrosul untuk memiliki UMKM, memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas dan lain lain.

Dari realitas diatas, kita dapat memahami secara mendalam bahwa Bib Dullah adalah “seorang pembeda” dari kebanyakan orang yang “berstatus sama” baik dari sisi kecerdasan, cara memahami masyarakat, memahami gerakan dan keikhlasannya dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat “Kuromak”.

Semoga kita mampu meneruskan perjuangan Bib Dullah melaksanakan Burdah bil lisan dan Burdah bil hal dalam kehidupan sehari hari. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Wakil Tanfidziyah PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Baca Lainnya

Glory Casino Live Casino Tips for an Enjoyable, Low-Stress Play Experience

28 Desember 2025 - 20:25 WIB

Exploring Glory Casino Mobile Slots Gameplay Experience: Tips and Features

28 Desember 2025 - 00:17 WIB

Glory Casino Mobile Betting Experience Explained: Benefits and User Tips

27 Desember 2025 - 22:00 WIB

Mostbet AZ üzərindən idman mərci yerləşdirmə qaydası və strategiyaları

26 Desember 2025 - 12:58 WIB

Master Casino Glory Demo Games for Learning Basics Effectively and Quickly

26 Desember 2025 - 12:14 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kabar