Menu

Mode Gelap
Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

Kabar · 22 Mei 2016 18:43 WIB ·

Jadilah Generasi Santri Realitas


 Jadilah Generasi Santri Realitas Perbesar

sarasehan alkahfi
JEPARA – Satu hal yang membuat santri terus kreatif dan diakui eksistensinya, yakni mau berpikir. Terus berpikir tentang realitas, sebagaimana dalam surat Ali-Imron ayat 190-191 adalah ciri manusia ulul albab (punya nalar kritis). Karena itulah, ketika santri sudah boyong dari pondok, lalu terjun ke masyarakat, jangan merasa menjadi tidak santri, tapi jadilah santri baru, yakni santri realitas.
Demikian dikatakan oleh KH Hisyam Zamroni, wakil Ketua PCNU Jepara dalam grup diskusi sekaligus pembukaan Sarasehan dan Muhafadloh Pondok Pesantren Al-Kahfi, di mushalla ponpes setempat Jl. Sosrodiniungrat, Km. 2 Rt. 22/v, Bawu, Batealit, Jepara, Ahad (22/06/2016) malam.
Dalam acara bertajuk “Membangun Generasi Berakhlaq Mulia dalam Mewujudkan Kemandirian dan Kedaulatan NKRI” tersebut, Hisyam menyampaikan motivasi kepada peserta. Ia meyakinkan kepada puluhan hadirin yang mayoritas santri ponpes Al-Kahfi itu agar tetap optimis di masa depan. “Santri tidak akan pernah mengalami masa depan suram. Syaratnya satu, kita yakin,” ungkapnya.
Menjadi santri, lanjutnya, harus bisa mengatasi segala masalah, terutama menghadapi tantangan zaman yang sekarang ini makin kompetitif. Indonesia kini dijadikan objek kapitalisme dan sosialisme yang menggerus budaya dan kultur keluarga. “Untuk menghadapinya, santri harus meneguhkan identitas, berpikir atas realitas dan tentu harus berakhlaq mulia sebagaimana pesan Nabi,” paparnya.
Gelaran dialog dengan PCNU tersebut, menurut ketua panitia acara, Nur Rohim, adalah pembukaan dari rangkaian acara akhirus dirosah ponpes Al-Kahfi yang digelar selama seminggu kemudian, 22-29 Mei 2016/ 15-21 Sya’ban 1437 H.  Puncak acara akan digelar pengajian umum dengan mauidhah hasanan dari KH Syaroni Ahmadi Kudus, Ahad, 29 Mei 2016, malam.
Sebelumnya, Sabtu (28/05), para santri akan diuji hapalan teks (muhafadloh) kitab masing-masing kelas. Di hadapan wali santri dan alumni ponpes al-Kahfi nanti, lanjut Nur Rohim, para santri akan diuji muhafadzlah Kitab Sifaul Janan dan Jurumiyah bagian Awal (kelas I), Jurumiyah bagian Tengah, Aqidatul Awam dan Tuhfatul Atfal (kelas II) dan Imrithy (kelas III). Ayo Mondok! (abd)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan

9 Januari 2026 - 14:47 WIB

Tahun 2026 Bakal Muncul 4 Gerhana Matahari dan Bulan

8 Januari 2026 - 16:43 WIB

Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

8 Januari 2026 - 16:24 WIB

Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa

6 Januari 2026 - 10:09 WIB

Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang

5 Januari 2026 - 10:09 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kabar