Menu

Mode Gelap
Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

Kabar · 22 Mei 2016 18:43 WIB ·

Jadilah Generasi Santri Realitas


 Jadilah Generasi Santri Realitas Perbesar

sarasehan alkahfi
JEPARA – Satu hal yang membuat santri terus kreatif dan diakui eksistensinya, yakni mau berpikir. Terus berpikir tentang realitas, sebagaimana dalam surat Ali-Imron ayat 190-191 adalah ciri manusia ulul albab (punya nalar kritis). Karena itulah, ketika santri sudah boyong dari pondok, lalu terjun ke masyarakat, jangan merasa menjadi tidak santri, tapi jadilah santri baru, yakni santri realitas.
Demikian dikatakan oleh KH Hisyam Zamroni, wakil Ketua PCNU Jepara dalam grup diskusi sekaligus pembukaan Sarasehan dan Muhafadloh Pondok Pesantren Al-Kahfi, di mushalla ponpes setempat Jl. Sosrodiniungrat, Km. 2 Rt. 22/v, Bawu, Batealit, Jepara, Ahad (22/06/2016) malam.
Dalam acara bertajuk “Membangun Generasi Berakhlaq Mulia dalam Mewujudkan Kemandirian dan Kedaulatan NKRI” tersebut, Hisyam menyampaikan motivasi kepada peserta. Ia meyakinkan kepada puluhan hadirin yang mayoritas santri ponpes Al-Kahfi itu agar tetap optimis di masa depan. “Santri tidak akan pernah mengalami masa depan suram. Syaratnya satu, kita yakin,” ungkapnya.
Menjadi santri, lanjutnya, harus bisa mengatasi segala masalah, terutama menghadapi tantangan zaman yang sekarang ini makin kompetitif. Indonesia kini dijadikan objek kapitalisme dan sosialisme yang menggerus budaya dan kultur keluarga. “Untuk menghadapinya, santri harus meneguhkan identitas, berpikir atas realitas dan tentu harus berakhlaq mulia sebagaimana pesan Nabi,” paparnya.
Gelaran dialog dengan PCNU tersebut, menurut ketua panitia acara, Nur Rohim, adalah pembukaan dari rangkaian acara akhirus dirosah ponpes Al-Kahfi yang digelar selama seminggu kemudian, 22-29 Mei 2016/ 15-21 Sya’ban 1437 H.  Puncak acara akan digelar pengajian umum dengan mauidhah hasanan dari KH Syaroni Ahmadi Kudus, Ahad, 29 Mei 2016, malam.
Sebelumnya, Sabtu (28/05), para santri akan diuji hapalan teks (muhafadloh) kitab masing-masing kelas. Di hadapan wali santri dan alumni ponpes al-Kahfi nanti, lanjut Nur Rohim, para santri akan diuji muhafadzlah Kitab Sifaul Janan dan Jurumiyah bagian Awal (kelas I), Jurumiyah bagian Tengah, Aqidatul Awam dan Tuhfatul Atfal (kelas II) dan Imrithy (kelas III). Ayo Mondok! (abd)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara
Trending di Headline