Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Ansor · 10 Nov 2019 13:51 WIB ·

Kasatkornas Banser Tutup Gelaran Kemah Bhakti Ansor Jateng


 Kasatkornas Banser Tutup Gelaran Kemah Bhakti Ansor Jateng Perbesar

Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni didampingi Ketua PW GP Ansor Jateng, H Sholahuddin Aly sidak menuju tenda peserta kemah.

nujepara.or.id – Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni resmi menutup gelaran Kemah Bhakti III PW GP Ansor Jawa Tengah tahun 2019 bertempat di Lapangan Bandengan Desa Bandengan Kecamatan/Kabupaten Jepara, Ahad (10/11) pagi.

Gelaran Kemah Bhakti yang merupakan agenda tahunan PW GP Ansor Jateng yang dimulai sejak tahun 2016 di Kabupaten Semarang, tahun 2017 di Kabupaten Batang, tahun 2018 tidak diadakan bersamaan dengan Kirab Satu Negeri PP GP Ansor dan pesta Demokrasi, dan tahun 2019 berlangsung di Kabupaten Jepara.

Hadir kesempatan itu jajaran PCNU, PC GP Ansor se-Jawa Tengah, Forkopinda, dan peserta Kemah Bhakti. Selain itu hadir pula 25 Petinggi terpilih yang dilantik menjadi pengurus Lakpesdam dan Koordinator Lazisnu Kabupaten Jepara masa khidmah 2019 – 2020.

Dalam penutupan Kemah Bhakti, Alfa memaparkan perihal Rakornas PP GP Ansor yang berlangsung di Jakarta 6-7 November 2019. “Rakornas itu sederhana, Banser tidak perlu dituntut berpikir, semakin berpikir maka Banser tidak bekerja. Banser siap menjalankan perintah pimpinan Ansor,” paparnya.

Banser, kata pria berkumis itu tidak perlu banyak berwacana meski punya banyak kader-kader Ph.D. “Karena saya sebagai komandan Banser hanya mengoperate kebijakan yang dibuat pimpinan,” lanjutnya pada Ansor dan Banser.

Kesempatan itu pihaknya menambahkan Banser itu satu badan, satu tubuh. “Ingat Banser jangan sampai jalan sendiri-sendiri. Jika ada yang bilang Banser kok tidak sama dengan keputusan para kiai jawab saja Banser punya tatanan organisasi yang harus dipatuhi,” tegasnya.

Kepada Ansor dan Banser se-Jawa Tengah pihaknya juga mengingatkan bahwa Beransor dan Berbanser hanya dengan niat ibadah dan tidak ada kepentingan yang lain. “Bismillahirrahmanirrahim. Asyhadu an Laila Illah wa asyhadu anna muhammadan rasullulah. Niat ingsun mlebu Banser mlebu Ansor ibadah lillahi taala dengan menjalankan, mengamankan, mendukung, dan menjaga islam Aswaja an nahdliyyah.” Ajaknya untuk memperbarui niat.

Di akhir amanahnya, Alfa menandaskan bahwa Banser adalah pasukan NU yang tertata komandonya. “Banser adalah badan semi otonomnya Ansor, dan Ansor merupakan badan otonomnya NU,” lanjutnya.

Untuk itu Banser yang saat ini sedang diuji, mulai dari Ranting sampai PP harus satu komando. Pihaknya juga mengapresiasi Kemah Bhakti PW GP Ansor Jawa Tengah. “Lima tahun menjadi Kasatkornas belum ada di PW GP Ansor lain kegiatan seperti ini. Sehingga saya mengapresiasi dan Ilmu ini perlu ditularkan kepada PW GP Ansor yang lain,” pungkasnya.

Usai penutupan Kasatkornas didampingi Ketua PW GP Ansor Jateng, H Sholahuddin Aly sidak menuju ke tenda peserta kemah bhakti. Di akhir acara panitia mengumumkan juara kemah bhakti tahun 2019. Keluar sebagai juara 1 PC GP Ansor Batang, disusul juara 2 PC GP Ansor Wonosobo, dan juara 3 PC GP Ansor Jepara. (ip)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif

4 Agustus 2022 - 02:37 WIB

Ilustrasi praktik perdukunan (@dukunsantet)

PCNU Jepara Lantik PRNU Guyangan II

2 Agustus 2022 - 05:28 WIB

NU Harus Lebih Peka Pada Rakyat Kecil

1 Agustus 2022 - 13:49 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: