Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Hujjah Aswaja · 4 Agu 2022 02:37 WIB ·

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif


 Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif Perbesar

nujepara.or.id – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengingatkan berbagai elemen masyarakat agar tidak mudah percaya dengan dukun-dukun seperti itu. Bahkan, ia melarang umat Islam untuk menganggap dukun seperti kiai. Sebab keduanya berbeda. Dukun memakai trik, sedangkan kiai memiliki karomah (kemuliaan)

“Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun dikiaikan, itu salah. Jangan kiaikan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral-obral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. (Kalau dukun) itu tipuan, sihir, atau sulap,” kata Gus Fahrur dikutip dari NU Online, Kamis (4/8/2022).

Hal ini disampaikan Gus Fahrur terkait “gegeran” antara lelaki yang kerap disebut Gus Samsudin dan Pesulap Merah Marcel Radival. Perseteruan mereka bahkan menyita perhatian warganet.

Menurut Gus Fahrur, fenomena seperti Gus Samsudin sudah terjadi beberapa kali. Sebelumnya pernah viral seorang bernama Dimas Kanjeng. Lalu ada juga Guntur Bumi. Keduanya juga sempat menyita perhatian masyarakat. Bahkan sampai ada yang mengaku menjadi korban penipuan

Menurut Gus Fahrur, Karomah seseorang bisa dilihat dan dibuktikan bukan dari keanehan-keanehan yang dilakukan, tetapi ilmu dan amal. Para kiai yang memiliki karomah, kata Gus Fahrur, adalah mereka yang mengikuti sunnah dan syariat.

“Ukurannya bukan aneh. Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari shalat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Gus Fahrur menegaskan, karomah tidak mungkin keluar dari tangan sembarang orang. Hal ini sebagaimana mukjizat yang hanya diberikan kepada Nabi Muhammad. Mukjizat yang dimiliki Nabi itu pun tidak diobral. Hanya saja, pada kondisi-kondisi tertentu, Nabi membuktikan mukjizat itu sebagai karunia dari Allah yang di luar kemampuan akal manusia.

“Itu pun sifatnya hanya untuk menguatkan kenabian. Sementara wali juga begitu, ada karomah. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani pernah mengingatkan jangan kamu heran kalau ada orang bisa jalan di atas air atau terbang di angkasa, sebab burung bisa terbang dan ikan malah jalan di dalam air.”

“Saya berharap masyarakat segera sadar terhadap fenomena keanehan di luar nalar yang kerap terjadi, agar tidak melulu tertipu dengan sulapan-sulapan,” tandas Gus Fahrur.

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Sembilan Nilai Warisan Gus Dur, Apa Saja?  

9 Agustus 2022 - 01:37 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ini Tujuh Peristiwa Penting Pada 10 Muharram

5 Agustus 2022 - 02:07 WIB

PCNU Jepara Lantik PRNU Guyangan II

2 Agustus 2022 - 05:28 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: