Menu

Mode Gelap
Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan
Meriahkan 1 Abad NU, Lesbumi Semaikan Pesan Nasionalisme Lewat Pementasan Ketoprak Santri NU Jepara Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru

Kabar · 1 Sep 2016 04:49 WIB ·

LPBI NU Kerja Sama Penanganan Risiko Bencana dengan Australia


 LPBI NU Kerja Sama Penanganan Risiko Bencana dengan Australia Perbesar

LPBI NU Jepara
JEPARA – Bencana alam bisa datang kapan saja. Sebagian bisa diprediksi karena ada masa-masa tertentu yang kerap terjadi bencana, namun sebagian lagi sulit diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat luas, termasuk anak-anak, lansia, dan kaum difabel mengetahui cara mengantisipasi sebagai upaya mengurangi risiko bencana.
Hal itu mengemuka dalam temu stakeholder penanganan bencana dan penanganan risiko bencana  yang diinisiasi Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) dan LPBI NU Jepara di gedung DPRD Jepara, Rabu (31/8). Hadir dalam pertemuan itu di antaranya Manager Program Penanganan Risiko Bencana LPBI PBNU M Wahib, penanggung jawab program di LPBI NU Jepara Asyhadi, juga perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, beberapa dinas terkait, perwakilan kodim dan polres, perguruan tinggi Unisnu, media massa, juga sukarelawan.
“Ini pertemuan pertama dengan stakeholder penanganan bencana setelah sebelumnya kami menggelar workshop. Tujuan dari pertemuan ini adalah menelurkan rekomendasi tentang hal-hal yang mesti dilakukan setelah melihat bagaimana peta di Jepara,” kata M Wahib.
Dalam pertemuan tersebut terungkap pentingnya pengetahuan publik, bahkan anak anak terkait kebencanaan dan apa yang harus dilakukan. Hal itu mendasarkan pada penanganan bencana yang sifatnya masih kedaruratan. “Pemahaman ini perlu terus kita dorong agar masyarakat dan para pemangku kebijakan memiliki kesiapan yang tepat untuk bersama-sama mengurangi risiko bencana,” lanjut M Wahib.
Di antara kesepakatan yang dihimpun dalam pertemuan itu adalah memastikan bagaimana sistem penanganan bencana berjalan dengan baik, membantuk kader siaga bencana ke kelompok masyarakat paling bawah, serta terus mensosialisasikan pendidikan kebencanaan mulai dari sekolah dasar, menengah hingga pendidikan tinggi.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama LPBI PBNU bersama Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia dalam mendukung pemerintah dan masyarakat lokal untuk meningkatkan kapasitas dalam kesiapsiagaan bencana untuk respons bencana yang cepat dan efektif.
Asyhadi menjelaskan, Jepara dipilih sebagai salah satu tempat program tersebut lantaran daerah ini termasuk salah satu daerah rawan bencana banjir dan longsor. “Program ini akan terus berjalan dan tiap tiga bulan ada pertemuan.Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jepara, termasuk dengan BPBD yang turut mendukung program ini,” kata Asyhadi. (ms)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Kabar · 1 Sep 2016 04:49 WIB ·

LPBI NU Kerja Sama Penanganan Risiko Bencana dengan Australia


 LPBI NU Kerja Sama Penanganan Risiko Bencana dengan Australia Perbesar

LPBI NU Jepara
JEPARA – Bencana alam bisa datang kapan saja. Sebagian bisa diprediksi karena ada masa-masa tertentu yang kerap terjadi bencana, namun sebagian lagi sulit diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat luas, termasuk anak-anak, lansia, dan kaum difabel mengetahui cara mengantisipasi sebagai upaya mengurangi risiko bencana.
Hal itu mengemuka dalam temu stakeholder penanganan bencana dan penanganan risiko bencana  yang diinisiasi Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) dan LPBI NU Jepara di gedung DPRD Jepara, Rabu (31/8). Hadir dalam pertemuan itu di antaranya Manager Program Penanganan Risiko Bencana LPBI PBNU M Wahib, penanggung jawab program di LPBI NU Jepara Asyhadi, juga perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, beberapa dinas terkait, perwakilan kodim dan polres, perguruan tinggi Unisnu, media massa, juga sukarelawan.
“Ini pertemuan pertama dengan stakeholder penanganan bencana setelah sebelumnya kami menggelar workshop. Tujuan dari pertemuan ini adalah menelurkan rekomendasi tentang hal-hal yang mesti dilakukan setelah melihat bagaimana peta di Jepara,” kata M Wahib.
Dalam pertemuan tersebut terungkap pentingnya pengetahuan publik, bahkan anak anak terkait kebencanaan dan apa yang harus dilakukan. Hal itu mendasarkan pada penanganan bencana yang sifatnya masih kedaruratan. “Pemahaman ini perlu terus kita dorong agar masyarakat dan para pemangku kebijakan memiliki kesiapan yang tepat untuk bersama-sama mengurangi risiko bencana,” lanjut M Wahib.
Di antara kesepakatan yang dihimpun dalam pertemuan itu adalah memastikan bagaimana sistem penanganan bencana berjalan dengan baik, membantuk kader siaga bencana ke kelompok masyarakat paling bawah, serta terus mensosialisasikan pendidikan kebencanaan mulai dari sekolah dasar, menengah hingga pendidikan tinggi.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama LPBI PBNU bersama Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia dalam mendukung pemerintah dan masyarakat lokal untuk meningkatkan kapasitas dalam kesiapsiagaan bencana untuk respons bencana yang cepat dan efektif.
Asyhadi menjelaskan, Jepara dipilih sebagai salah satu tempat program tersebut lantaran daerah ini termasuk salah satu daerah rawan bencana banjir dan longsor. “Program ini akan terus berjalan dan tiap tiga bulan ada pertemuan.Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jepara, termasuk dengan BPBD yang turut mendukung program ini,” kata Asyhadi. (ms)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua PCNU Jepara: Peringatan Satu Abad NU Momentum untuk Refleksi

5 Februari 2023 - 05:11 WIB

Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023

4 Februari 2023 - 08:58 WIB

Jajaran Lakpesdam PCNU Jepara menggelar rapat koordinasi dengan pengurus MWCNU Mlonggo dan Kepala SMK Az-Zahra Mlonggo terkait persiapan pelaksanaan PD-PKPNU angkatan ke-3.

Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting

3 Februari 2023 - 23:03 WIB

Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rohman mengukuhkan lembaga-lembaga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kecapi 3 di Masjid Ar-Roudloh, Kecapi Kaligede RT 18 RW 03 Kecapi Tahunan Jepara, Kamis (2/2/2023) malam.

Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan

1 Februari 2023 - 15:06 WIB

Petinggi Tahunan H Muhadi , pengurus NU Tahunan dan panitia penggerak wakaf RSNU saat kegiatan peringatan 1 Abad NU, Selasa (30/1/2023).

Meriahkan 1 Abad NU, Lesbumi Semaikan Pesan Nasionalisme Lewat Pementasan Ketoprak Santri

1 Februari 2023 - 14:36 WIB

Pementasan Ketoprak Santri dengan lakon “Sang Naga Samudra Satru Bebuyutan Portugis”.

NU Jepara Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru

1 Februari 2023 - 13:56 WIB

Ilustrasi NU menerangi dunia
Trending di Esai
%d blogger menyukai ini: