Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Kabar · 28 Des 2019 03:08 WIB ·

Mahasiswa Syariah Unisnu Gelar Pengamatan Gerhana Matahari


 Mahasiswa Syariah Unisnu Gelar Pengamatan Gerhana Matahari Perbesar

Dosen Ilmu Falak, Hudi bersama mahasiswi sedang mengamati terjadinya gerhana matahari.

nujepara.or.id – Puluhan mahasiswa dan masyarakat melaksanakan pengamatan gerhana matahari sabit di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Jepara pada Kamis (26/12/2019).

Gerhana matahari yang terjadi di Kabupaten Jepara, bukan gerhana matahari cincin. Melainkan gerhana matahari sabit. Sebab, matahari tertutup 76,8 persen.

Dosen Falak Unisnu Jepara, Hudi mengatakan lima teropong disiapkan untuk mengamati gerhana matahari kali ini. Gerhana matahari dimulai Pukul 10.58 WIB. Puncak gerhana matahari terjadi pada pukul 12.46 WIB.

“Matahari tertutup 76,8 persen. Gerhana akan berakhir pada pukul 14.34 WIB,” ujar Hudi di sela-sela pengamatan.

Lima teropong yang digunakan, yaitu satu teropong digital yang dikoneksikan ke layar lebar. Sehingga masyarakat yang tidak berkesempatan melakukan pengamatan dari teropong dapat melihat proses gerhana matahari.

“Empat teropong manual digunakan untuk pengamatan. Satu yang digital kami sambungkan ke layar. Ini bagian dari usaha kami memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses gerhana matahari,” kata Hudi.

Salah satu mahasiswi Unisnu dan ketua LKIF yang turut melakukan pengamatan, Rani Fitriani, mengungkapkan pengamatan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB. Empat teleskop yang disediakan diarahkan ke ufuk timur. Pengamatan secara manual juga dilakukan dengan menggunakan filter film.

“Terus juga menggunakan topeng mainan anak-anak, tapi di lubang mata dibei filter karena kalau langsung melihat ke arah matahari tanpa filter bisa merusak mata,” pungkas Mega. (misbah)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia
Trending di Kabar