Menu

Mode Gelap
KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian” Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas Guru: Antara Profesi dan Tuntunan 

Kabar · 8 Nov 2022 03:12 WIB ·

Mbah Yai Ahmad Fauzan: Sosok Ulama – Umaro, Layak Jadi Pahlawan Nasional?


 Mbah Yai Ahmad Fauzan: Sosok Ulama – Umaro, Layak Jadi Pahlawan Nasional? Perbesar

Oleh H Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Mbah Yai Ahmad Fauzan adalah fenomena. Beliau adalah seorang ulama sekaligus umaro’ yang multitalenta dalam pergerakan pra kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus menjadi pionir pascakemerdekaan. 

Mbah Yai Ahmad Fauzan memiliki visi nasionalisme karena dididik di pesantren oleh ulama-ulama masyhur nusantara yaitu Simbah Chasbullah Balekambang, Simbah Kholil Rembang, dan lainnya yang menempa jiwa nasionalisme beliau sehingga didapuk untuk mempimpin perlawanan terhadap penjajah Jepang di Pati. Perlawanan itu berakhir dengan kekalahan pihak Jepang. 

Pasca  kemerdekaan Mbah Yai Fauzan tetap melanjutkan perjuangannya. Beliau diangkat menjadi Kepala Departemen Agama Kabupaten Jepara masa tugas  1950 – 1959. Pada periode masa jabatan itu, beliau menerapkan proses mengakrabkan antara institusi Depag dan masyarakat yaitu melalui upaya seluruh KUA di Kabupaten Jepara diharuskan  mengadakan pengajian umum dalam rangka dakwah islamiyyah dan sosialisasi program program Depag kepada masyarakat.

Mbah Yai Ahmad Fauzan juga pelopor Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jepara. Beliau juga seorang muharrik di Kota Ukir. Mbah Yai Ahmad Fauzan menggunakan metode dakwah kultural dalam melayani masyarakat. Sehingga tak heran jika nama besar Mbah Yai Ahmad Fauzan hingga kini masih terpatri di benak sanubari masyarakat sebagai ulama sekaligus umaro yang dekat dengan masyarakat. Model dakwah yang beliau sampaikan adalah melalui syi’iran sehingga masyarakat mudah menangkap pesan pesan keagamaan dan sosial. 

Realitas perjuangan Mbah Yai Ahmad Fauzan ini hingga kini masih terus dikenang oleh masyarakat Jepara. Bahkan tanggal beliau wafat yakni pada 6 Robi’ul Akhir, masyarakat mengadakan khoul untuk Mbah Yai Fauzan. Khoul itu juga sekaligus agar masyarakat bisa menjadikan bah Yai Fauzan sebagai suri-tauladan dalam kehidupan sehari hari. 

Hal ini memang fenomena yang langka atau bahkan mungin satu satunya di Indonesia. Sosok Kepala Kandepag tahun 1950 – 1959 Mbah Yai Ahmad Fauzan “dikhouli” tiap tanggal 6 Robi’ul Akhir. Khoul ini dihadiri oleh para Habaib, Ulama Kyai, Umaro dan masyarakat umum di maqbaroh Mbah Yai Fauzan, yakni Pekuburan Suromoyo Kedung-Leper Bangsri Jepara. 

Perjuangan Mbah Yai Ahmad Fauzan pra dan pascakemerdekaan adalah riil dan nyata. Bisa jadi jika kita serius mengumpulkan berbagai hal terkait perjuangan beliau, maka  Mbah Yai Fauzan dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional pada tahun tahun mendatang. Aamiin

*Ketua KUA Jepara, Wakil Ketua PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 263 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

YPM NU Jepara Berhasil Borong Tropy dalam Ajang Festival Aswaja Tingkat Provinsi

5 Desember 2022 - 12:02 WIB

Peduli Cianjur, Pengurus Ranting NU Tahunan Galang Dana untuk Korban Gempa

4 Desember 2022 - 11:53 WIB

Rakernas Lesbumi NU Ke-V, Ketum PBNU: Mari Membangun Narasi sebagai Strategi

3 Desember 2022 - 03:33 WIB

KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin

1 Desember 2022 - 04:27 WIB

Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta (baju putih) berbincang dengan salah seorang pasien yang berobat di RSI Sultan Hadlirin, Rabu (30/11/2022).

Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian”

30 November 2022 - 03:08 WIB

Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa

29 November 2022 - 00:16 WIB

Kota Pelabuhan Jepara tahun 1600-an (Sumber KITLV)
Trending di Islam Nusantara
%d blogger menyukai ini: