Menu

Mode Gelap
PCNU Jepara Gelar Peringatan Harlah Ke-101 NU, Mbah Yatun : “NU-Muhammadiyah Benteng Negara, Kita Seirama” NU Ranting Bulungan Pakis Aji Gelar Musran Ala Muktamar Mulai dari Kyai, TNI dan Polri Hadiri Haul Gus Dur di “Majelis Kopi“ Gus Nasrul Upgrade Profesionalisme Guru Madrasah di Jepara, UNISNU Berikan Pelatihan PPG dan TIK PC LPBI NU Kuatkan Kader Tanggap Bencana di Jepara Lewat Pelatihan dan Edukasi

Hujjah Aswaja · 22 Jul 2022 13:32 WIB ·

Mengenang Mbah Shobib Jepara: Sang Presiden ‘Sarkub’ Nusantara


 Mbah Shobib Jepara, Presiden Sarkub. Perbesar

Mbah Shobib Jepara, Presiden Sarkub.

Oleh: Murtadho Hadi

Nujepara.or.id- Begitulah, banyak santri dan masyarakat dari berbagai kalangan yang sowan kepada  Syaikh Shobiburrohman Jepara atau yang akrab dipanggil Mbah Shobib. Dan, terkhusus kepada para santri, Mbah Shobib kerap bertanya, “Mondok Ten pundi, Kang?”, dengan nada yang tinggi, dan terkadang diselingi kelakar atau guyon khas Mbah Shobib.

Ketika yang tampak adalah perbawa dan haebah beliau, banyak santri yang merasa gemetar sambil  berucap dan terbata “mondok di ini Mbah!”  Sambil menyebut sebuah nama pondok tertentu. Maka Mbah Shobib kerap berujar, “Kalau saya ini ya Sarkub!”. Sesekali beliau beliau mengetes hapalan para santri: ihwal matan Jurumiyah, nazhom Imrithi, nazhom Alfiyah, maupun Juman, Aqidatul Awam, Barzanji, Manaqib, dan lain-lain yang ternyata keseluruhannya Mbah Shobib hapal!.

Begitulah yang saya dengar,  Mbah Shobib kerap mengenalkan dirinya Sarkub! Tentu saja diselingi canda sehingga suasana menjadi cair. Para santri tidak merasa canggung lagi.

Jujur, saya pertama kali mendengar istilah Sarkub memang dari lisan beliau, yang belakangan saya ketahui, ternyata adalah singkatan “Santri Kuburan” atau “Sarjana Kuburan!”. Dan, terkadang Mbah Shobib juga berkelakar menyebut sebuah merk rokok tertentu, ‘Djarum Super!” Kata beliau. Dan ketika mustami’in itu belum mengerti apa yang diisyaratkankan dari guyonannya maka beliau menjelaskan, “JARUM SUPER ; Jarang di rumah suka pergi!”.

Ya, sejak muda Mbah Shobib memang sudah meninggalkan kampung halamannya, dan tidaklah Mbah Shobib mendengar seorang ulama atau Sang KIai yang ‘alim, kecuali Mbah Shobib ingin berguru dan menjadi “pelayannya” (penjelasan tentang ini insyaa-Allah akan saya jelaskan lebih detail dalam “Doktrin Sufistik Mbah Shobib Tentang “Lumadi Guru”). 

Baiklah. Tapi kenapa mesti “Nyarkub’ dan bagaimanakah kita bisa memahami  Sarkub seperti yang diisyaratkankan Mbah Shobib itu?

Metode dan Gerakan Sufi

“Sarkub” awal mulanya adalah “metode” dan “gerakan” para Sufi dalam  “riyadhoh” (“menghajar” dan mendidik nakalnya  nafsu) dalam  “pengasingan diri” (yaitu khalwat dan uzlah),  serta “menyamar” (khumul) agar hati menjadi lapang dalam berdzikir (mengingat Allah)  dan hati pun lebih lebih lembut dan  “lebih siap” menerima limpahan “cahaya” dari karunia ilahi.

Sedang Sarkub sebagai “gerakan para sufi”  dalam sejarah peradaban Islam memang pernah menjadi gerakan moril, yaitu ketika para sufi mengambil jarak secara fisik maupun ruhani dengan para penguasa, serta raja-raja dari dinasti kekhalifahan. Sehingga para sufi banyak yang tinggal di tanah-tanah tidak bertuan dan pekuburan. (Dan, jika ada analisa “masyarakat tak bernegara” itu memang benar ada para sarkub itulah cerminan masyarakat tak bernegara!)

Praksis Sosial dan Proyeksi Kebudayaan

Nalar saya tercengang dan hati saya pun bergetar melihat Sang Sarkub (alias Mbah Shobib) ini. Tatkala para pakar geologi, pakar kebudayaan dan sejarah kerapkali buntu dan ambigu!. Maka saya jadi ingat betapa besar jasa-jasa Mbah Shobib Jepara ini.  Jejak-jejak dan karya beliau banyak mewarnai pada situs-situs makam dari mulai pejajajahan  Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, ini yang terdeteksi dan saya ketahui. Walaupun kalau merunut perjalanannya (yang saya dengar) beliau telah menginjakkan kakinya  di sepanjang pulau-pulau di Nusantara.

Ketika  LSM dan Pakar Lingkungan mengkampanyekan “Cinta Lingkungan” dan “Aksi Menanam Pohon”, maka Mbah Shobib telah memulainya sejak muda, ikhtiar menemukan sumber “mata-air” (di daerah Pati, Prawoto, Purwodadi, Bojonegoro, Mojo Agung Jombang, Klaten, Parangkusumo Jogja, dan lain-lain), juga menanam jajaran pohon-pohon kelapa, pohon mangga, yang rata-rata sudah berbuah, dan tinggi menjulang, di hampir setiap situs makam di pulau Jawa, tentulah menanam itu sudah jauh-jauh hari menjadi Proyeksinya.

Dan ketika para pakar sejarah sering buntu menggenapi catatan “nasab” dan “silsilah” (yaitu sebuah babak terpenting dari dokumentasi sejarah), maka si-pemilik “arbabul-bashiroh”,  Mbah Shobib Jepara adalah pakarnya dan sosok yang mempunyai otoritas untuk itu. (Ketika Mbah Muhaiminan Parakan dan Habib Luthfi Bin Yahya pernah dimintai untuk catatan nasab dan silsilah, beliau beliau tak segan-segan menganjurkan kepada si Penanya untuk menanyakan kepada Mbah Shobib Jepara).

Maka tak heran pula, di tahun 2002 Sang Presiden RI ke-4, Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) menyempatkan diri sowan ke ndalem Mbah Shobib, yang sayangnya belum ada data, selain guyon dan temu kangen apa saja yang diperbincangkan jika “kedua Sarkub” itu bertemu.

(Murtadho Hadi, Penulis buku “Tiga Sufi Tanah Jawa”, dan anggota PC LTN NU Jepara)

Artikel ini telah dibaca 2,517 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pj Bupati Jepara Launching NU Mart MWC Kedung: Dari Kita, Oleh Kita, Untuk NU dan Bantu Progam Pemerintah

2 Maret 2024 - 16:26 WIB

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Rois Syuriah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq memotong pita saat launching NU Mart MWC NU Kedung, Sabtu (2/3/2024)

Capaian ZIS Baznas Jepara Tahun 2023 Tembus Rp9,6 Miliar

27 Februari 2024 - 10:56 WIB

PCNU Jepara Gelar Peringatan Harlah Ke-101 NU, Mbah Yatun : “NU-Muhammadiyah Benteng Negara, Kita Seirama”

28 Januari 2024 - 23:45 WIB

NU Ranting Bulungan Pakis Aji Gelar Musran Ala Muktamar

28 Januari 2024 - 22:22 WIB

Mulai dari Kyai, TNI dan Polri Hadiri Haul Gus Dur di “Majelis Kopi“ Gus Nasrul

24 Januari 2024 - 15:14 WIB

NU Gelar Khaul Massal Serentak se-Jepara, Ikhtiar Sengkuyung Pembangunan RSU Aseh

28 Desember 2023 - 10:29 WIB

NU Gelar Khaul Massal Serentak se-Jepara, Ikhtiar Sengkyung Pembangunan RSU Aseh.
Trending di Kabar