Menu

Mode Gelap
Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

Kabar · 5 Feb 2016 03:03 WIB ·

MWC dan Ranting Diminta Waspadai Penyakit Masyarakat


 MWC dan Ranting  Diminta Waspadai Penyakit Masyarakat Perbesar

Hayatun Abdullah Hadziq, ketua PCNU Jepara

Hayatun Abdullah Hadziq, ketua PCNU Jepara


JEPARA – Pengurus Cabang nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara berharap kasus pengungkapan ratusan kilogram sabu-sabu di salah satu gudang mebel di Desa Pekalongan Kecamatan Batealit, Jepara baru-baru ini, menjadi pelajaran bersama masyarakat Jepara. Kasus yang menyita perhatian nasional itu mesti diambil sisi positifnya, yakni saling bergandeng tangan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional bersama Bea Cukai yang mengungkap kasus tersebut. Juga dukungan penuh Polres Jepara dalam penanganan itu di Jepara. Setelah kasus besar ini, kami berharap tak terjadi lagi dan langkah-langkah pencegahan perlu terus ditingkatkan. Ini butuh sinergi bersama Pemkab,  aparat, juga masyarakat,” kata Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (Gus Yatun) di sela-sela acara Konferensi Majelis Wakil Cabang NU Bangsri, Minggu (31/2/2016) lalu.
Kasus pengungkapan di Desa Pekalongan itu adalah kali kesekian kasus besar narkoba sejak 2007 lalu. Sebelumnya terjadi di Desa Mulyoharjo dan Kelurahan Kauman. Kasus itu melibatkan orang asing dan memanfaatkan penduduk lokal.
Gus Yatun menjelaskan, terkait hal itu, PCNU, Sabtu (30/1) secara khusus menggelar rapat pleno membahas berbagai penyakit masyarakat yang harus diselesaikan bersama-sama. Kasus penyakit masyarakat seperti narkoba, penyebaran HIV-Aids, judi togel, minuman oplosan, juga banyaknya pelajar yang keluyuran saat jam sekolah menjadi perhatian serius NU.
Dalam rapat pleno itu, NU menginstruksikan majelis wakil cabang (MWC) NU di tingkat kecamatan, khususnya NU tingkat ranting di desa-desa dan kelurahan bisa menjalin koordinasi intensif dengan petinggi (kepala desa) setempat. “Kami mintan NU di desa dan kelurahan bersinergi dengan petinggi dan lurah, bersama-sama ikut mengantisipasi sesuai porsinya. MWC kami harap juga berkoordinasi dengan muspika, polsek dan koramil ikut menjaga wilayah masing-masing,” kata Gus Yatun. (Muhammadun)
Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus

22 Juni 2024 - 19:30 WIB

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H di Majlis an-Nahdhoh, Jepara

Alhamdulillah, Pengecoran Lantai 3 RSU Aseh Rampung, Rais Syuriah: Kita Punya Tanggung Jawab Organisasi dan Moral Agar Rumah Sakit Ini Bisa Segera Operasional

22 Juni 2024 - 19:04 WIB

Kondisi lantai 3 RSU Aseh setelah dilakukan pengecoran. Hingga Sabtu (22/6) ini masih dilakukan penyiraman di titik pengecoran itu.

PC Fatayat NU, Perempuan-perempuan Tangguh Dibalik Pembangunan RSU Aseh Jepara

21 Juni 2024 - 20:31 WIB

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara

21 Juni 2024 - 20:02 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Trending di Kabar