Menu

Mode Gelap
Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

Interaktif Ramadan · 7 Apr 2023 15:03 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Kita dan Al Qur’an; Sebuah Refleksi Saat Nuzulul Qur’an 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Kita dan Al Qur’an; Sebuah Refleksi Saat Nuzulul Qur’an  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Semua agama memiliki kitab suci sebagai pegangan dan petunjuk hidup, begitu juga di dalam Islam. Al Qur’an menegaskan hal tersebut dalam awal surah al Baqarah, “Alif Lam Mim. Dzalikal kitabu la roiba fihi. Hudal lil muttaqin.” 

Manusia membutuhkan “lentera hidup” berupa sandaran dari teks “tertulis” saat menyusuri kehidupan di dunia sebagai “bekal” menghadap Gusti Allah SWT kelak di akhirat. Pertanyaanya adalah  kapan “Firman  Tuhan” mampu menjadi “petunjuk dan lentera hidup?” 

Dalam secarik ayat di atas diterangkan dengan sangat simpel untuk menjawab pertanyaan itu. Yakni saat kita “sangat meyakini” adanya “kebenaran” kitab suci yang diberikan Gusti Allah SWT atau kita tidak sedikitpun “meragukan” adanya kitab suci (la roiba fihi) yang diberikan Gusti Allah SWT kepada manusia maka “lentera” dan “petunjuk” hidup akan dapat kita rengkuh.

Sebaliknya, jika kita “meragukannya” maka “lentera” dan “petunjuk” hidup tidak akan pernah sama sekali kita dapati dan rengkuh.

Contoh sederhananya, kita harus yakin bahwa Al Qur’an adalah bisa menjadi obat (syifa’). Maka kita harus yakin bahwa Al Qur’an memberikan pencerahan terhadap akal budi dan perilaku yang baik dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, keyakinan adanya kitab suci adalah menjadi hal yang berkaitan dengan “keimanan” dalam sebuah agama. Karena itu kita “wajib” mempercayai dan meyakini bahwa kitab suci adalah “pasti” memberikan “petunjuk” dan “lentera” hidup baik di dunia maupun  akhirat. 

Semoga kita selalu senang bahagia membaca al Qur’an dan mengamalkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara
Trending di Headline