Menu

Mode Gelap
Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

Kabar · 17 Jul 2016 11:52 WIB ·

NU dan Muhammadiyah Sepakat, Jika Bupati Ora Manfangati, Awas!


 NU dan Muhammadiyah Sepakat, Jika Bupati Ora Manfangati, Awas! Perbesar

kiai hayatun di hbh
JEPARA – Menjelang Pilkada Jepara 2017, organisasi Islam besar seperti NU dan Muhammadiyah seringkali jadi tarikan kepentingan antar calon yang berkepentingan. Oleh karena itulah, KH Ubaidillah Umar, Rais Syuriah NU Jepara mengingatkan para calon bupati agar mendengar suara rakyat.
“NU dan Muhammadiyah sepakat, jika bupati tidak manfangati (bermanfaat untuk rakyat), Awas kuwe!,” kata Kiai Ubaid yang disambut ger-geran ribuan hadirin pada acara Halal Bihalal ke-1 Keluarga Besar NU dan Muhammadiyah di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (17 Juli 2016) pagi.
Meskipun dalam suasana Halal Bihalal, Kiai Ubaid menyatakan NU dan Muhammadiyah Jepara tetap harus melaksanakan tugas amar ma’ruf nahi mungkar. “NU dan Muhammadiyah tidak berharap semuanya bisa baik. Namun Harus amar ma’ruf nahi munkar,” paparnya dalam sambutan.
Atas alasan itulah, kepada Polri dan TNI, Kiai Ubaid meminta agar ikut membantu  membesarkan. Jika dua ormas Islam itu disatukan, maka akan jadi kekuatan sipil yang sangat bermanfaat untuk memajukan masyarakat. “Kalau NU dan Muhammadiyah besar, polisi dan tentara sare mawon, Pak!” jelasnya disambut tawa hadirin.
Kiai Ubaid juga menjelaskan, jika NU dan Muhammdiyah besar, maka tidak ada yang demonstrasi dengan cara merusak. Orang yang membakar kantor atau berbuat anarkhis, dijamin Kiai Ubaid bukan karakter anggota NU dan Muhammadiyah meskipun pakai baju NU maupun Muhammadiyah. “Tembak wae, Pak!”
Jika semua bersatu, lanjut Kiai Ubaid, Bupati dan pimpinan lainnya tentu tidak bisa mengeluarkan kebijakan yang merugikan masyarakat, misalnya perda karaoke di Jepara yang dibatalkan. “NU dan Muhammadiyah akan memperingatkan dengan mosi tidak percaya, bukan dengan demonstrasi,” janjinya kepada hadirin jika bupati nantinya sak karepe dewe.
Acara halal Bihalal yang dilanjut dengan Komunike gerakan moral bersama ini juga dihadiri Bupati Jepara, Ahmad Marzuki, Wakil Bupati Subroto, Ketua DPRD, Aris Isnandar, Polisi, TNI, serta beberapa tokoh agama Kristen, Budha dan lainnya. (abd)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus

22 Juni 2024 - 19:30 WIB

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H di Majlis an-Nahdhoh, Jepara

Alhamdulillah, Pengecoran Lantai 3 RSU Aseh Rampung, Rais Syuriah: Kita Punya Tanggung Jawab Organisasi dan Moral Agar Rumah Sakit Ini Bisa Segera Operasional

22 Juni 2024 - 19:04 WIB

Kondisi lantai 3 RSU Aseh setelah dilakukan pengecoran. Hingga Sabtu (22/6) ini masih dilakukan penyiraman di titik pengecoran itu.

PC Fatayat NU, Perempuan-perempuan Tangguh Dibalik Pembangunan RSU Aseh Jepara

21 Juni 2024 - 20:31 WIB

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara

21 Juni 2024 - 20:02 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Trending di Kabar