Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 16 Apr 2023 15:41 WIB ·

Nyegat Lailaitul Qadar Program Rutin MWC NU Tahunan


 Nyegat Lailaitul Qadar Program Rutin MWC NU Tahunan Perbesar

nujepara.or.id- Sudah menjadi program rutin MWC NU Tahunan Jepara setiap tanggal 25 Ramadhan mengadakan kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar. Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus MWC, Badan Otonom NU, dan pengurus ranting bersama jamaahnya.

” Nyegat Lailaitul Qadar adalah program tinggalan para Kiai di MWC NU Tahunan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 25 Ramadhan, tidak melihat apakah tanggal tersebut sesuai prediksi para ulama atau tidak. Yang jelas kita istiqomahkan satu momen bersama Pengurus MWC, Banom, dan Ranting untuk sama-sama hadir di masjid Astana Mantingan melaksanakan sholat tasbih, istighosah, dan Khotmil Qur’an.” Tegas KH. Ali Masykur saat memberikan wejangan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan dimulai pukul 22.00 dengan agenda sholat tasbih yang diimami KH. Ridlwan Ihsan, Mustasyar MWC NU Tahunan, dilanjutkan Khotmil Qur’an yang dipimpin ketua Jam’iyyah Qurro Wal Huffadh ( JQH), K. Harun Mughni. Acara dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin KH. Ali Masykur, Syuriyah MWC NU, dan diakhiri tahlil bersama oleh KH. Moh. Rusydi.

Seratus lebih jamaah larut dalam kekhusyukan spiritual saat mengikuti kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar pada malam 25 Ramadhan 1444 H. Mereka duduk bershaf untuk mengikuti acara yang dipandu oleh pengurus MWC NU Tahunan. ” Nuansanya terasa beda saat kita iktikaf di masjid wali Sultan Hadlirin Mantingan dengan rangkaian kegiatan Khotmil Qur’an, istighosah, dan sholat tasbih. Alhamdulillah saya selalu bisa hadir setiap kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar.” Tutur Nur Syahid yang juga Ketua Lazisnu MWC NU Tahunan.

KH. Misbahuddin, Ketua Tanfidziyah MWC NU Tahunan menuturkan bahwa tujuan kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar di samping mengikuti perintah Nabi, juga menjadi forum silaturrahim para Kiai setelah vakum dalam kegiatan Idaroh Pahingan di bulan Ramadhan. ” Kami ingin silaturahim di antara para Kiai tetap berjalan setiap bulan meskipun demikian format yang berbeda.” Tutur KH. Misbahuddin.

Sebagai penutup kegiatan seluruh jamaah bercengkerama melepas lelah di serambi masjid sambil menikmati kudapan yang disediakan pengurus MWC NU Tahunan. ( Sub)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar