Menu

Mode Gelap
Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

Kabar · 16 Apr 2023 15:41 WIB ·

Nyegat Lailaitul Qadar Program Rutin MWC NU Tahunan


 Nyegat Lailaitul Qadar Program Rutin MWC NU Tahunan Perbesar

nujepara.or.id- Sudah menjadi program rutin MWC NU Tahunan Jepara setiap tanggal 25 Ramadhan mengadakan kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar. Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus MWC, Badan Otonom NU, dan pengurus ranting bersama jamaahnya.

” Nyegat Lailaitul Qadar adalah program tinggalan para Kiai di MWC NU Tahunan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 25 Ramadhan, tidak melihat apakah tanggal tersebut sesuai prediksi para ulama atau tidak. Yang jelas kita istiqomahkan satu momen bersama Pengurus MWC, Banom, dan Ranting untuk sama-sama hadir di masjid Astana Mantingan melaksanakan sholat tasbih, istighosah, dan Khotmil Qur’an.” Tegas KH. Ali Masykur saat memberikan wejangan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan dimulai pukul 22.00 dengan agenda sholat tasbih yang diimami KH. Ridlwan Ihsan, Mustasyar MWC NU Tahunan, dilanjutkan Khotmil Qur’an yang dipimpin ketua Jam’iyyah Qurro Wal Huffadh ( JQH), K. Harun Mughni. Acara dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin KH. Ali Masykur, Syuriyah MWC NU, dan diakhiri tahlil bersama oleh KH. Moh. Rusydi.

Seratus lebih jamaah larut dalam kekhusyukan spiritual saat mengikuti kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar pada malam 25 Ramadhan 1444 H. Mereka duduk bershaf untuk mengikuti acara yang dipandu oleh pengurus MWC NU Tahunan. ” Nuansanya terasa beda saat kita iktikaf di masjid wali Sultan Hadlirin Mantingan dengan rangkaian kegiatan Khotmil Qur’an, istighosah, dan sholat tasbih. Alhamdulillah saya selalu bisa hadir setiap kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar.” Tutur Nur Syahid yang juga Ketua Lazisnu MWC NU Tahunan.

KH. Misbahuddin, Ketua Tanfidziyah MWC NU Tahunan menuturkan bahwa tujuan kegiatan Nyegat Lailaitul Qadar di samping mengikuti perintah Nabi, juga menjadi forum silaturrahim para Kiai setelah vakum dalam kegiatan Idaroh Pahingan di bulan Ramadhan. ” Kami ingin silaturahim di antara para Kiai tetap berjalan setiap bulan meskipun demikian format yang berbeda.” Tutur KH. Misbahuddin.

Sebagai penutup kegiatan seluruh jamaah bercengkerama melepas lelah di serambi masjid sambil menikmati kudapan yang disediakan pengurus MWC NU Tahunan. ( Sub)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail