Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Ansor · 24 Apr 2019 09:01 WIB ·

Pasca Pemilu, Rajut Kembali Persatuan dan Kesatuan


 Pasca Pemilu, Rajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Perbesar

Sepakat bersama merajut kembali dan menjaga persatuan dan kesatuan

nujepara.or.id – Setelah diselenggarakannya pesta demokrasi masyarakat diminta untuk merajut kembali agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.

Hal itu ditandaskan Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman saat memberikan sambutan dalam Tasyakuran Harlah Ansor ke-85 yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara berlangsung di Gedung NU Jepara lantai 2, Selasa (23/4) malam.

Di hadapan  forkopimda, banom, lembaga, Ansor dan Banser Arif mengatakan bahwa pesta demokrasi pilpres dan pileg di Indonesia merupakan pesta terbesar di dunia. “Di mana diselenggarakan dalam kurun 1 hari yang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. Termasuk keterlibatan SDM yang begitu banyak baik penyelenggara maupun pengawasnya,” katanya.

Hal lain diutarakan Ketua PCNU Jepara. Menurutnya, berpolitik itu untuk membesarkan NU bukan sebaliknya, memanfaatkan NU untuk dijadikan alat politik.

Kesempatan itu pihaknya mengapresiasi kader NU yang ikut mengkampanyekan tolak politik uang sebagai upaya awal dalam memberantas korupsi.

Kiai yang akrab disapa Mbah Yatun itu menandaskan “ngopeni” NU beda dengan “ngopeni” di pemerintahan.

“Bila di pemerintahan sudah ada petugas masing-masing yang teranggarkan dan tinggal intruksi dan koordinasi saja beres, kalau tidak jalan tinggal ganti,” tandasnya.

Hal itu beda dengan “ngopeni” NU yang anggarannya tidak jelas adanya, manusianya banyak namun susah ditemui, apalagi orang-orangnya bandel kalau diajak gerak. “Jadinya repot. Tentunya problemnya lebih kompleks daripada di pemerintahan,” pungkasnya.

Kegiatan Tasyakuran yang juga dibarengkan dengan Doa Bersama untuk Kedamaian NKRI itu juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Ketua Ansor dan Satkorcab terdahulu yang telah mengabdi untuk Ansor dan Banser. (ip)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif

4 Agustus 2022 - 02:37 WIB

Ilustrasi praktik perdukunan (@dukunsantet)

PCNU Jepara Lantik PRNU Guyangan II

2 Agustus 2022 - 05:28 WIB

NU Harus Lebih Peka Pada Rakyat Kecil

1 Agustus 2022 - 13:49 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: