Menu

Mode Gelap
Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

Kabar · 15 Sep 2019 15:01 WIB ·

Perempuan Siap Mengawal Isu Gender


 Perempuan Siap Mengawal Isu Gender Perbesar

PC Fatayat NU Jepara MoU dengan KPU Jepara terkait pendidikan politik perempuan. (Foto: KPU Jepara)

nujepara.or.id – Para organisasi perempuan di Jepara bersama-sama anggota DPRD Jepara dari kalangan perempuan yang terpilih pada pemilu 2019 sama-sama berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di Kabupaten Jepara.

Mereka juga siap bergandengan tangan atau bekerja sama untuk memberikan edukasi politik ke kaum perempuan di semua tingkatan. Pemilu 2019 sudah selesai namun mereka merasa perlu untuk terlibat aktif dalam pendidikan politik pascapemilu.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan KPU Jepara di Resto Maribu Jepara, Rabu (11/9/2019) sore. Acara tersebut dibuka Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri bersama 4 komisioner lainnya yaitu Muntoko, Ris Andy Kusuma, Siti Nurwakhidatun, dan Muhammadun. 3 dari 7 anggota DPRD perempuan yang hadir yaitu Uzlifatul Fuaidah dan Saidatul Haznak (dari PPP), serta Nur Osel Kahisha Putri (Partai Berkarya).

Sebelum FGD berlangsung didahului penandantangan MoU antara KPU Jepara dengan Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Jepara. Kesepahaman kedua belah pihak dilakukan dalam lingkup pendidikan politik perempuan.

Dari Fatayat dihadiri langsung Ketua PC Fatayat NU Jepara, Nanik. Subchan Zuhri mengatakan, KPU sebelumnya sudah menjalin MoU dengan banyak lembaga, pemerintah maupun instansi. Kesempatan bekerja sama dengan lembaga atau organisasi lain masih terbuka.

“Penyelenggaraan pemilu sudah selesai dan agenda pendidikan politik pascapemilu masih dilakukan KPU terhadap komunitas-komunitas, di antaranya perempuan, pemilih pemula atau kaum muda, serta kalangan disabilitas,” kata Subchan Zuhri dalam keterangan rilisnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Jepara, Nanik mengemukakan Fatayat NU memiliki agenda kegiatan yang sifatnya berbasis ke masyarakat, terutama kegiatan yang bisa menstimulasi kesadaran di berbagai bidang, salah satunya politik dan demokrasi.

“Karena kami organisasi yang beranggotakan kaum perempuan, maka kami memiliki keinginan kuat bagaimana pemberdayaan kaum perempuan ini terus ditingkatkan, baik dalam kesadaran politik dan bentuk-bentuk partisipasi lain dalam proses demokrasi di berbagai tingkatan,” ungkapnya.

Sementara itu FGD bertema “Persepsi dan Harapan Perempuan dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Pascapemilu” dipandu oleh Muhammadun. Pemilu 2019 menunjukkan, dari 545 caleg untuk DPRD Kabupaten Jepara, 221 di antaranya perempuan. Dari jumlah itu yang terpilih sebanyak 7 orang.

Representasi perempuan dari sisi pencalonan sudah melebihi ambang minimal 30 persen seperti diamanatkan regulasi, namun dari sisi representasi keterpilihan masih jauh di bawah 30 persen. Jumlah perempuan yang terpilih sebagai anggota DPRD pada pemilu 2019 ini meningkat dibanding hasil pemilu 2014 yang hanya tiga orang.

Dalam FGD tersebut, masing-masing perwakilan dari organisasi perempuan, juga anggota DPRD perempuan memberikan pandangan-pandangan bagaimana meningkatkan representasi perempuan di lembaga legislatif melalui proses elektoral pemilu, serta bagaimana representasi perempuan tersebut melalui jalur nonelektoral juga dilakukan oleh para pegiat organisasi perempuan untuk mengangkat dan memperjuangkan isu-isu gender.

Para peserta FGD berkomitmen untuk bsia menjadikan isu-isu perempuan sebagai prioritas untuk diperjuangkan dan disuarakan. Mereka juga siap melakukan kolaborasi dalam memberikan edukasi politik ke masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya pengarusutamaan gender baik di level kebijakan maupun aktivitas sosial. (ip)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus

22 Juni 2024 - 19:30 WIB

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H di Majlis an-Nahdhoh, Jepara

Alhamdulillah, Pengecoran Lantai 3 RSU Aseh Rampung, Rais Syuriah: Kita Punya Tanggung Jawab Organisasi dan Moral Agar Rumah Sakit Ini Bisa Segera Operasional

22 Juni 2024 - 19:04 WIB

Kondisi lantai 3 RSU Aseh setelah dilakukan pengecoran. Hingga Sabtu (22/6) ini masih dilakukan penyiraman di titik pengecoran itu.

PC Fatayat NU, Perempuan-perempuan Tangguh Dibalik Pembangunan RSU Aseh Jepara

21 Juni 2024 - 20:31 WIB

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara

21 Juni 2024 - 20:02 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Trending di Kabar