Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Islam Nusantara · 13 Sep 2019 00:23 WIB ·

Perjalanan Sejarah Mapag Warso Enggal Makam Syekh Abu Bakar Pulau Panjang


 Perjalanan Sejarah Mapag Warso Enggal Makam Syekh Abu Bakar Pulau Panjang Perbesar

Mapag Warso Enggal Syekh Abu Bakar Pulau Panjang. (Foto: Miqdad Sya’roni)

nujepara.or.id – Pengurus Makam Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy Pulau Panjang Jepara mengadakan acara Mapag Warso Enggal 1441 Hijriyah dan Haul Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy di Pulau Panjang Jepara pada Kamis (05/09/2019).

Menurut Rosyidi, salah satu yang disepuhkan dalam kepengurusan makam, acara ini sudah mulai tahun 1970-an.

“Istilah dari dulu memang Mapag Warso Enggal dan ziarah bersama Masyarakat di bulan Suro (awal Muharram, red.). Setelah mengenal para Kiai dan Habaib maka ada istilah Mapag Warso Enggal dan Haul Syekh Abu Bakar,” katanya dalam sambutan.

Rosyidi menjelaskan, awal mula acara tersebut dipandegani oleh Mbah H. Ali Kromo (Juru kunci pertama). Kata dia, pernah ketika berangkat ke Pulau Panjang masih pakai layar (perahu kecil yang belum pakai mesin dan masih menggunakan layar), jika musim hujan dan baratan (angin) maka ziarah ke makam Mbah Abu Bakar di jama’ dari Pantai Kartini Jepara.

“Dulunya cungkup makam adalah kecil, dan patho’ makam pun masih asli sejak awal ditemukan antara tahun 1970an. Sehingga tahun 1990an karena sudah banyak masyarakat yang ingin berziarah ke Makam Syekh Abu Bakar, atas inisiatif H. Muqodhi dibangunlah makam Syekh Abu Bakar. Ketika itu yang meletakkan batu pertama adalah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan,” ungkap Rosyidi.

Ratusan jamaah mengikuti Mapag Warso Enggal Syekh Abu Bakar Pulau Panjang. (Foto: Miqdad Sya’roni)

Berkaitan dengan nama, lanjut Rosyidi, awalnya adalah Syekh Abu Bakar, setelah itu menjadi Waliyullah Syekh Abu Bakar. Kemudian, lanjutnya, pengurus makam berkesempatan sowan ke Habib Luthfi untuk mentashih perdebatan nama Syekh Abu Bakar Waliyullah.

“Sehingga ditambahi oleh Habib Luthfi Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy, namun masih ada perdebatan lagi antara Ba’alawy dan Ba’lawy, lalu pengurus sowan ke Habib Luthfi lagi, sehingga memakai nama Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy Pulau Panjang,” jelasnya.

“Acara Mapag Warso Enggal dan Haul Syekh Abu Bakar Pulau Panjang sudah diadakan sejak tahun 1970an, jadi kita hanya meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang tua terdahulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rosyidi menjelaskan, kalau ada yang mengatakan haul kok bolak-balik yang benar yang mana, maka yang sejak dulu dilakukan oleh Mbah H. Ali Kromo (Juru kunci pertama dan penemu makam) adalah di bulan Suro/Muharram, tepatnya di hari Senin/Kamis di awal tahun.

“Kebetulan tahun ini bertepatan dengan Kamis, 05 Muharram 1441 H/ 05 September 2019 M,” tandasnya.

Sebagai pembicara dalam acara haul tersebut, Gus Halimi dari Jombang Jawa Timur dan Ustadz Akhid Turmudzi dari Jepara. Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Jepara, khususnya adalah warga masyarakat Bulu, Demaan, Jobokuto, Ujungbatu dan sekitarnya. (Miqdad Sya’roni)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukungan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional Mengalir Dari KRI Dewaruci

12 Agustus 2022 - 06:41 WIB

UNISNU Harlah ke-31, Berdzikir bersama Al Khidmah dan Hadirkan KH. Marzuki Mustamar

10 Agustus 2022 - 06:48 WIB

Mbah Majid Menganti : Gerbong Kereta Yang Ditunggu Dalam Pertempuran 10 November Di Surabaya

10 Agustus 2022 - 06:23 WIB

Muharram, Masjid Baitul Muttaqin Bulungan Santuni 20 Yatim Piatu

8 Agustus 2022 - 05:53 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif

4 Agustus 2022 - 02:37 WIB

Ilustrasi praktik perdukunan (@dukunsantet)
Trending di Hujjah Aswaja
%d blogger menyukai ini: