Menu

Mode Gelap
Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

Kabar · 22 Okt 2019 10:04 WIB ·

PMII Peringati Hari Santri dengan Diskusi


 PMII Peringati Hari Santri dengan Diskusi Perbesar

PMII Sultan Hadlirin diskusi soal kontribusi santri di Kampus Unisnu.

nujepara.or.id – PMII Komisariat Sultan Hadlirin Unisnu Jepara menggelar Diskusi terbuka yang dihadiri oleh puluhan kader pergerakan dari setiap level kaderisasi, Senin (21/10/2109).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2019 ini dipusatkan Depan Halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Acara dibuka Ketua Komisariat Sultan Hadlirin, Dimas Rizal Maulana. Ketua panitia, Muhammad Ghola Muhofi mengatakan kegiatan digelar sebagai salah satu apresiasi kalangan mahasiswa terhadap kontribusi santri yang memberi bukti konkrit terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Dalam diskusi yang mengambil tema “Kontribusi Santri Sebagai Kaum Pembaharu Bangsa” difasilitatori Abdul Wahab Saleem.

Dalam paparan Kaprodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu itu menyebutkan bahwa mentalitas santri dibagi menjadi 3 bagian. “Yang pertama yaitu keikhlasan, dawuh dari Mbah Sahal Mahfudh bahwa berjuang di Unisnu itu jangan hitungan-hitungan, maka Allah akan membalas dengan tanpa hitungan-hitungan,” jelasnya.

Kedua, lanjut Ketua LDNU Kabupaten Jepara adalah kesederhanaan sebagai karakter yang terus dibawa oleh seorang santri dalam bersikap, berpakaian dan bergaul.

“Yang ketiga yaitu kemandirian. Santri sejak dini telah diajari tentang kemandirian, maka setelah mondok santri bisa melakukan apapun yang bermanfaat bagi sesama,” paparnya.

Forum diskusi yang cair dan interaktif itu membuka ruang dialog bagi para peserta yang ikut bertanya di antaranya bagaimana sikap dan etika santri sabagai mahasiwa yang kerap dituntut untuk lebih kritis dan peka terhadap kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa.

Abdul Wahab Saleem menambahkan sebagai mahasiswa yang peka, kritis, dan manjaga nilai-nilai santri maka harus tetap menjaga kesantunan tanpa mengurangi subtansi yang disampaikan.

Ahmad Saefuddin, Dosen FTIK mengungkapkan bentuk kritikan mahasiswa harus dengan menghadirkan bukti-bukti dan data literasi yang kuat sehingga tetap bisa diterima oleh akal nalar yang sehat.

“Jadi gak ada alasan berpikir kritis (critical thinking) jika dibentur-benturkan dengan etika santri yang menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti,” pungkasnya. (Fuad Fahmi)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus

22 Juni 2024 - 19:30 WIB

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H di Majlis an-Nahdhoh, Jepara

Alhamdulillah, Pengecoran Lantai 3 RSU Aseh Rampung, Rais Syuriah: Kita Punya Tanggung Jawab Organisasi dan Moral Agar Rumah Sakit Ini Bisa Segera Operasional

22 Juni 2024 - 19:04 WIB

Kondisi lantai 3 RSU Aseh setelah dilakukan pengecoran. Hingga Sabtu (22/6) ini masih dilakukan penyiraman di titik pengecoran itu.

PC Fatayat NU, Perempuan-perempuan Tangguh Dibalik Pembangunan RSU Aseh Jepara

21 Juni 2024 - 20:31 WIB

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara

21 Juni 2024 - 20:02 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Trending di Kabar