Menu

Mode Gelap
Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan

Kabar · 7 Okt 2020 00:53 WIB ·

Problem Madrasah Harus Dikaji dan Dicarikan Solusi


 Problem Madrasah Harus Dikaji dan Dicarikan Solusi Perbesar

nujepara.or.id – Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara mengadakan Workshop Upgrading Manajemen Kualitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Madrasah Aliyah Swasta secara hybrid dengan tatap muka dan daring di Kantor Ma’arif, Jalan Ratu Kalinyamat Jepara, Sabtu (26/9) lalu.

Narasumber yang hadir tatap muka di hadapan 86 kepala madrasah aliyah swasta dan ketua yayasan adalah Anggota DPR RI Nusron Wahid, Yayasan Qudsiyah Kudus Najib Hassan, dan Kepala Kemenag Jepara, M. Habib.

Sedangkan yang hadir melalui zoom adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Ali Ramdani, Kasubdit Kelembagaan Ditjen Pendis Kemenag RI Dr. Abdullah Faqih, serta praktisi pendidikan dan founder Sekolahmu, Najeela Shihab.

Dalam pengantarnya, Ketua PC LP Ma’arif NU Jepara Fathul Huda menegaskan komitmennya untuk menyusun roadmap madrasah aliyah unggulan agar bisa menembus 7 perguruan tinggi unggulan yang berpengaruh di Indonesia.

“Untuk itu, kami menggandeng NW Indonesia Foundation yang digawangi Nusron Wahid untuk bersinergi mewujudkan hal itu, minimal di wilayah Kuramak, Kudus, Jepara dan Demak,” ujar Huda, Senin (28/9).

Sementara itu anggota DPR RI Nusron Wahid dalam brainstormingnya menyebut ada 6 permasalahan mendasar di madrasah aliyah swasta dan yayasan milik warga NU.

“Pertama, pengelolaan madrasah dan yayasan apa adanya. Yang penting jalan, ada guru, ada murid dan ada kelas,” kata Nusron.

Kedua, madrasah NU cenderung family centris. Yayasan dan kepala madrasahnya masih satu keluarga.

Ketiga, tidak ada inovasi dan diferensiasi sehingga semua berjalan lambat dan kembang kempis.

Lalu keempat, tidak mempunyai publikasi yang baik, terkadang malah tidak jarang keberadaan madrasah itu diragukan.

Kelima, manajemen aset lemah dan keenam pendanaan terbatas.

“Kelemahan ini harus kita kaji dan dicarikan solusi agar madrasah aliyah milik NU makin diminati dan bisa tembus 15 Perguruan Tinggi yang alumninya paling berpengaruh dalam pengambilan kebijakan negara,” pungkas Nusron. (za)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan

7 Februari 2023 - 02:44 WIB

Ilustrasi twibbon Harlah 1 Abad NU

Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya

7 Februari 2023 - 02:23 WIB

SMP Tahfizd Annur Mangunan Tanamkan Pendidikan Aswaja di Peringatan Satu Abad NU

7 Februari 2023 - 00:13 WIB

Ketua PCNU Jepara: Peringatan Satu Abad NU Momentum untuk Refleksi

5 Februari 2023 - 05:11 WIB

Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023

4 Februari 2023 - 08:58 WIB

Jajaran Lakpesdam PCNU Jepara menggelar rapat koordinasi dengan pengurus MWCNU Mlonggo dan Kepala SMK Az-Zahra Mlonggo terkait persiapan pelaksanaan PD-PKPNU angkatan ke-3.

Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting

3 Februari 2023 - 23:03 WIB

Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rohman mengukuhkan lembaga-lembaga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kecapi 3 di Masjid Ar-Roudloh, Kecapi Kaligede RT 18 RW 03 Kecapi Tahunan Jepara, Kamis (2/2/2023) malam.
Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: