Menu

Mode Gelap
Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib

Ansor · 22 Mar 2022 07:19 WIB ·

Sambut Bulan Suci Ramadan, Para Pemuda Desa Kriyan Gelar Pesta Baratan


 Sambut Bulan Suci Ramadan, Para Pemuda Desa Kriyan Gelar Pesta Baratan Perbesar

Iringan Pesta Baratan Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan, Senin malam (21/03). foto: dok. GP Ansor Kriyan


nujepara.or.id – Sambut bulan suci Ramadhan dan menghormati malam Nisyfu Sya’ban, para pemuda di Desa Kriyan Kalinyamatan Jepara menggelar pesta Baratan dan arak-arakan Ratu Kalinyamat, Senin malam (21/03/2022).
Mengusung konsep “Pekan Budaya Desa Kriyan” pesta baratan yang diinisiasi oleh PR GP Ansor Kriyan ini digelar secara sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bersama para pemuda Desa Kriyan, kegiatan berlangsung di Pelataran Masjid Al Makmur Kriyan.
Muhammad Hisyam Maliki selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan momentum di bulan Sya’ban dengan menebar welas asih, toleransi dan saling memaafkan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan hati dari sifat-sifat buruk .
“Baratan ini berasal dari kata Barokatan yang artinya mengharap keberkahan di bulan Sya’ban, jadi supaya kita tidak lupa dengan peninggalan para leluhur, kita agendakan setiap tahun,” kata Hisyam kepada nujepara.or.id, Selasa (22/03/2022).
Acara baratan dimulai dengan titik pemberangkatan dari Masjid Al Makmur Kriyan. Kemudian, Ratu Kalinyamat yang diperankan oleh Choiru Nisa Wulandari diiring mengelilingi Desa Kriyan dan kembali ke Pelataran Masjid Al Makmur. Untuk tahun ini, kata Hisyam, konsep baratan yang diusung lebih ingin menampilkan benda-benda peninggalan Kerajaan Jepara di masa lampau.
“Di antaranya Masjid Al Makmur, Siti Hinggil, Watu Gilang, dan Toponimi lokasi yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Kalinyamat, ini bisa menunjukkan eksistensi Kerajaan di Jepara,” sebutnya.
Adanya iringan Ratu Kalinyamat pada pesta baratan tahun ini cukup mengundang antusias masyarakat. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya digelar dengan selametan sederhana di Masjid Al Makmur Kriyan.
“Mengingat pada masa pandemi tersebut, terdapat pembatasan aktivitas masyarakat,” terangnya.
Pihaknya berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan kepada generasi muda untuk lebih mencintai dan mengetahui tradisi yang ada di daerahnya. “Setidaknya, mereka diajak untuk nguri-nguri budaya peninggalan Kerajaan Jepara dan memahami peninggalan tersebut,” tambahnya. (syim)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majlis “kopi” an-Nahdhoh Balekambang Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Jepara dan Kudus

22 Juni 2024 - 19:30 WIB

Penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H di Majlis an-Nahdhoh, Jepara

Alhamdulillah, Pengecoran Lantai 3 RSU Aseh Rampung, Rais Syuriah: Kita Punya Tanggung Jawab Organisasi dan Moral Agar Rumah Sakit Ini Bisa Segera Operasional

22 Juni 2024 - 19:04 WIB

Kondisi lantai 3 RSU Aseh setelah dilakukan pengecoran. Hingga Sabtu (22/6) ini masih dilakukan penyiraman di titik pengecoran itu.

PC Fatayat NU, Perempuan-perempuan Tangguh Dibalik Pembangunan RSU Aseh Jepara

21 Juni 2024 - 20:31 WIB

Forum Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi): Mencari Sosok Pemimpin Jepara

21 Juni 2024 - 20:02 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah

1 Juni 2024 - 20:48 WIB

Trending di Kabar