Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Hujjah Aswaja · 27 Des 2022 02:10 WIB ·

Sanad Kitab “Tuhfah Al Athfal” dari Mesir


 Sanad Kitab “Tuhfah Al Athfal” dari Mesir Perbesar

nujepara.or.id-Bertempat di Pondok Pesantren (PP) Darutta’lim Bangsri dan pondok pesantren Rubath Alfutuhat Bate Alit, Kabupaten Jepara, digelar rihlah ilmiah dengan menghadirkan Almuqri’ Alhabib Nabil bin Muhammad Alhusaini , seorang Ulama ahli tafsir Qur’an dari Mesir.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 24-25 Desember 2022 tersebut, beliau mengajarkan surat Alfatihah dengan qiro’ah sab’ah dan mengajarkan kitab Tuhhah Athfal dan Matan Aljazriyyah beserta sanadnya. Kedua kitab tersebut sangat terkenal di kalangan madrasah dan pesantren yang ada di Indonesia hususnya Jawa.

Kitab Tuhfah Athfal adalah kitab mandzumah yang berisi 61 bait menerangkan tentang hukum ilmu tajwid, isi kitab ini beliau pelajari dari salah satu gurunya yang bernama Assyaikh Nuruddin Ali bin Umar bin Hamid bin Umar bin Naji yang masyhur dengan sebutan Alimam Almihly.

Kitab tersebut berisi tentang hukum Nun mati dan tanwin,  hukum Nun Tasydid , hukum Nun mati dan tanwin dan banyak lagi bab yang ada dalam kitab tersebut yang ada hubungannya dengan baca’an Qur’an.

Kitab Tuhfah Al Athfal karya dari Ulama’ yang bermadzhab Syafi’i yaitu Assyaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad bin Salabi Aljamzuri (nama kota yang berada di Mesir) yang masyhur dengan sebutan Afnaadi (dalam bahasa Turki mempunyai makna keagungan dan ketinggian). Assyaikh Sulaiman lahir di bulan Robiul awal tahun sekitar 1160 H dan wafat tahun 1208 H.

Silsilah kitab Tuhfah Al-Athfal diterima dari Almuqri’  Alhabib Nabil bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Ahmad alhusaini mesir dari Dr Abdul Aziz bin Abdul hafidz bin Sulaiman dari Assyaikh Usman bin Sulaiman Murod dari Assyaikh Hasan bin Muhammad Alkabir dari Assyaikh Almuqri’ Muhammad bin Ahmad bin Hasan Almutawali dari Annadzim Assyaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Aljamzuri RA. (Roshif )

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar