Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 21 Apr 2020 23:50 WIB ·

Semangat R.A. Kartini dalam Era Milenial


 Semangat R.A. Kartini dalam Era Milenial Perbesar

Oleh : Hj. Noor Ainy, Ketua PC Muslimat NU Jepara

Ketika perempuan mengambil peran di berbagai bidang, salah satunya organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kaum perempuan mengalami progres dalam berperan di ranah publik.

Pada hari ini sesungguhnya perempuan tidak berbeda dengan kaum Adam. Hanya saja, belum semua menyadari adanya potensi dalam diri perempuan dan memanfaatkannya dengan maksimal. Pada sisi lain, perempuan perlu menyadari potensinya sebagai figur yang efektif berperan dalam pendidikan awal  anak-anak.

Mulai saat di rumah menjalani peran sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya. Selain itu, peran perempuan juga sangat dibutuhkan sebagai pendidik (guru) anak-anak lainnya, mulai dari KB (Kelompok Bermain), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan seterusnya dalam jenjang pendidikan berlanjut.

Perempuan juga dapat merespon perkembangan informasi yang menjadi perhatian kaum milenial, seperti dalam hal berinovasi. Contoh inovasi kaum perempuan yang paling mendasar dalam hal Pendidikan anak.

Salah satunya inovasi para perempuan dalam mengajar anak-anak, membuat inovasi media pembelajaran, metode, dan pengelolaan lembaga. Muslimat NU aktif dan sigap menangkap apa yang menjadi kebutuhan umat dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan KB, PAUD, TK/RA.

Di antaranya melalui program lomba cipta APE untuk para guru KB, PAUD, TK/RA, pelatihan serta workshop untuk peningkatan SDM guru serta pengelolaan lembaga. Hal itu menunjukkan bahwa Muslimat NU tidak hanya sebatas bentuk perkumpulan atau majlis kaum Ibu-ibu, yang terkadang dianggap hanya identik dalam program rutinitas pengajian. Namun pada era milenial, kelompok perempuan harus adaptif dengan inovasi dan kreatifitasnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (*)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar