Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 21 Apr 2020 23:50 WIB ·

Semangat R.A. Kartini dalam Era Milenial


 Semangat R.A. Kartini dalam Era Milenial Perbesar

Oleh : Hj. Noor Ainy, Ketua PC Muslimat NU Jepara

Ketika perempuan mengambil peran di berbagai bidang, salah satunya organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kaum perempuan mengalami progres dalam berperan di ranah publik.

Pada hari ini sesungguhnya perempuan tidak berbeda dengan kaum Adam. Hanya saja, belum semua menyadari adanya potensi dalam diri perempuan dan memanfaatkannya dengan maksimal. Pada sisi lain, perempuan perlu menyadari potensinya sebagai figur yang efektif berperan dalam pendidikan awal  anak-anak.

Mulai saat di rumah menjalani peran sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya. Selain itu, peran perempuan juga sangat dibutuhkan sebagai pendidik (guru) anak-anak lainnya, mulai dari KB (Kelompok Bermain), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan seterusnya dalam jenjang pendidikan berlanjut.

Perempuan juga dapat merespon perkembangan informasi yang menjadi perhatian kaum milenial, seperti dalam hal berinovasi. Contoh inovasi kaum perempuan yang paling mendasar dalam hal Pendidikan anak.

Salah satunya inovasi para perempuan dalam mengajar anak-anak, membuat inovasi media pembelajaran, metode, dan pengelolaan lembaga. Muslimat NU aktif dan sigap menangkap apa yang menjadi kebutuhan umat dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan KB, PAUD, TK/RA.

Di antaranya melalui program lomba cipta APE untuk para guru KB, PAUD, TK/RA, pelatihan serta workshop untuk peningkatan SDM guru serta pengelolaan lembaga. Hal itu menunjukkan bahwa Muslimat NU tidak hanya sebatas bentuk perkumpulan atau majlis kaum Ibu-ibu, yang terkadang dianggap hanya identik dalam program rutinitas pengajian. Namun pada era milenial, kelompok perempuan harus adaptif dengan inovasi dan kreatifitasnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (*)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar